15 Maret 2016

Elaine Hartanto - Surat Untukmu

Hidup... Aku pernah berpikir itu hampir nggak pernah ada. Yang ada bagiku hanya jasad yang terambang dalam mimpi. Kehidupan itu nggak ada. Pemikiran seperti itulah yang sering terulang dalam pikiranku. Tapi hal yang cukup lama berjalan dengan pola looping seperti itu bisa dengan cepat berubah ketika ada beberapa orang yang datang menginspirasi, memberi tahu bahwa inilah hidup. Salah satu dari orang-orang itu adalah kamu...

Orang yang menginspirasi itu, aku nggak pernah melihatnya. Dalam waktu yang lama mereka, bukan, maksudku kalian. Kalian dari alam mimpi mengajari ku tentang kebahagiaan hidup. Tentang bagaimana cara mudah untuk tersenyum dan menghilangkan kesedihan di dalam kehidupan.

Apa kamu tahu, Len? Sebelumnya kamu bukan siapa-siapa bagiku. Aku tahu ada kamu di antara mereka tapi aku sama sekali nggak pengen menghiraukan mu. Sampai saat itu...

Kamu ingat? Pertengahan tahun 2015 kamu datang untuk DS di kota Malang? Itu  hari yang mengejutkan untukku, dan di hari itu juga aku pertama kali melihatmu. Bukan sekedar melihat dengan mata, tapi juga hati. Aku merasa ada yang berubah semenjak hari itu. Tiba-tiba saja kamu selalu menarik perhatianku dan menjadi salah satu orang yang menginspirasiku... Sejak saat itu, aku telah memilih untuk mendukungmu.

Sekarang situasi berubah lagi. Setelah kamu menentukan pilihan barumu, aku juga harus menentukan pilihanku. Tetap mendukungmu atau berhenti dan melupakanmu.

Sedih, begitulah. Tapi aku tetap mendukung sesuatu yang kamu pilih untuk dirimu sendiri. Memilih mendukungmu di awal, berarti aku juga harus memilih lagi seperti saat ini.

Aku berharap, setelah ini kita bisa tetap dekat. Kamu nggak cuek dengan aku, dan aku nggak akan melupakanmu. Aku tahu jika itu tetap terjadi, hal seperti itu nggak akan berjalan selamanya. Akan ada saat dimana kita harus berpisah secara perasaan dan perlahan saling melupakan. Tapi nggak apa, kan? Selagi kita mampu mempertahankan, lebih baik perasaan seperti itu tetap ada.

Aku akan tetap menyimpan kamu, menjaga kenangan tentangmu yang sudah ku punya. Aku akan tetap sering membuka folder dimana foto-fotomu ku simpan selama ini. Selama aku menyimpannya, itu berarti kenangan tentangmu akan tetap ada.

Jangan lupa cepat bikin akun sosial baru ya, biar kenangan tentangmu tetap bertambah dan keberadaanmu nggak terhapus.

Dari aku yang tetap ingin melihatmu.
Safe...