25 Februari 2016

Mencintai Member Idol Grup JKT48, Wajarkah?


          Cinta sejati itu apa? Banyak orang nggak memahaminya. Namun begitu banyak yang percaya bahwa cinta sejati pasti ada bagi setiap manusia. Hanya saja seseorang itu akan menemukannya atau nggak. Menurut Abraham Maslow, salah seorang tokoh psikologi terkemuka, cinta sejati itu ada. Cinta sejati adalah ketika kita mencintai diri orang lain apa adanya, nggak adanya kebutuhan terhadap cinta, dan nggak mencintai diri sendiri. Cinta sejati dicirikan dengan ketika perhatian terhadap yang dicintai menimbulkan kepuasan sebagaimana ketika mendapatkan perhatian darinya. Ciri lain dari cinta sejati adalah menghormati yang dicintai, dan memotivasi apa yang menjadi minatnya. Kebahagiaan merupakan perpaduan antara apa yang terbaik untuknya dan apa yang diinginkan untuk diri sendiri. Perhatian akan berakhir untuknya dan nggak akan pernah berakhir. Kita menghormati yang kita cintai sebagai pribadi yang terpisah dari diri kita bukan untuk memanipulasi, menguasai, dan mengontrolnya. 
          Fans JKT48.. Bukankah kalian seperti itu terhadap idola kalian? Senggaknya, sedikit dari contoh di atas ada pada diri kalian. Jangan jauh-jauh deh, contohnya aku. Sebutlah aku sebagai orang yang mengidolakan salah satu member JKT48. Sejujurnya aku merasa cukup bahagia saat aku bisa memberikan perhatian kepada si dia. Aku juga sering menimang antara hal yang baik untuk dia dan keinginan yang ada pada diri sendiri. Di lain sisi, aku juga tipe orang yang menghormati dia, aku selalu berusaha untuk nggak menyalahkan apapun keputusan yang dia buat. Kalau suatu saat dia grad dari JKT48, aku mungkin sedih, tapi aku nggak akan marah karena dia mengambil keputusan itu.

          Ah, cukup bingungkah dengan yang kumaksud di atas? Kalau memang begitu, lupakan saja. Mari kita lanjut kepembahasan utamanya..



          Idola, atau yang sering woman otaku (wota, sebutan umum untuk fans JKT48) sebut dengan idol. Ya, idol. Kalian punya kan? Sambil membaca postingan  ini, cobalah untuk sambil membayangkannya agar kamu bisa lebih memahami pembahasan ini.
          Kalian pasti sering merasa bahwa, perasaan cinta kalian terhadap idol itu nggak terkalahkan oleh siapapun, dan menurut kalian itu cinta sejati. Tapi, apakah cara kalian mencintainya sudah benar? Ataukah kalian hanyalah seorang fans fanatik yang abnormal. Sebulum kita menjawab dua pertanyaan tersebut, yuk kita pikirkan dulu, apasih yang membuat kita mengidolakan idol kita tersebut? Menurut pemikiranku, ada empat poin nih penyebabnya:

  1. Menemukan sosok impian dari sang idol. Seorang idol dianggap sebagai sosok yang kita puji secara fisik, baik itu tampan atau cantik. Idol juga seseorang yang memiliki sifat baik ramah dan sebagainya yang membuatmu atau fans lain menggemarinya. Juga, seorang idol punya satu bakat istimewa yang belum tentu dimiliki orang lain.
  2. Menemukan panutan yang baik untuk dicontoh. Ya, kita sebagai manusia selalu berusaha berbenah diri untuk menjadi baik dan seorang idol biasanya menjadi inspirasi yang kuat bagi kita karena dia memiliki hal yang ingin kita tiru, misalnya kemampuannya dalam bernyanyi atau bermain gitar. Biasanya seperti itu, kan?
  3. Menemukan kemisteri seorang kekasih cintik. Misalnya, anggaplah kita selama ini memimpikan seorang kekasih yang cantik, seksi dan memiliki suara yang cukup indah. Pas banget, pergi ke theater JKT48 lalu liat Shania yang cantik, seksi juga suaranya cukup bagus. Jatuh cinta, kan jadinya. Kalau sudah jatuh cinta, pasti kita memutuskan dia untuk meng-oshi-kan (mengidolakan) dia.
  4. Yang terakhir, yang bisa dibilang nggak kalah sering terjadi. Si idol mirip dengan mantan. Kenapa? Ya, karena saat melihat seorang yang mirip dengan mantan kekasih kita, kita jadi sering teringat banyak hal di masalalu yang kita lalui bersama mantan, terutama pengalaman-pengalaman indah. Kemiripan sang idol dengan mantan kekasih inilah yang mengawali kekaguman kita padanya dan akhirnya karena kita sering memperhatikan sang idol, kita jadi banyak menemukan sisi baik darinya yang sebelumnya nggak kita ketahui.


          Kalau menurutku secara pribadi, kecintaan kita pada sang idol itu hal wajar. Termasuk tingkah laku kita yang sering dianggap orang aneh, yaitu mengoleksi banyak benda yang berhubungan dengan idol, atau memasang begitu banyak poster sang idol di kamar melebihi foto kita sendiri. Nih, kutipan dari seorang psikolog Tika Bisono, “hampir seluruh remaja normal di dunia akan memasang poster idolanya di kamar. Poster ini bahkan lebih banyak disbanding foto keluarganya sendiri,” Benerkan yang aku bilang, wajar kok, wajar.
          Tapi jangan senang dulu, benarkah kecintaan kita pada sang idol masih dalam hal wajar ataukah abnormal. Yuk, kita bahas. Ini nih, yang masuk kategori nggak wajar dan terbilang abnormal:

  1. Menjadi stalker. Nah, ini nih yang bisa aja terjadi sama fans near JKT48. Biasanya suka ngintilin kemanapun member kesukaannya pergi. Bisa aja kan, pas kamu waktu itu lagi nunggu antri binggo theater dimulai kamu pergi jalan-jalan di sekitar fx, lalu nggak sengaja kamu ketemu si dia, member kesukaanmu lagi makan disekitar situ. Apa yang kamu lakuin? Kalau kamu tiba-tiba ambil posisi di suatu tempat di dekat situ biar bisa memperhatikan dan mengawasi si idol, berarti kamu penguntit. Apalagi kalau kamu ngambil salah satu benda yang dia tinggalkan di meja setelah makan, entah itu sedotan bekas minumannya atau tisu bekas lap mulutnya, berarti kamu sudah menjadi penguntit garis keras.
  2. Bersikap posesif. Ya, posesif. Kalian pasti menganggap kalau member kesayangan kalian adalah milik kalian seorang, bukan milik fans lainnya. Kalau memang iya, berarti kalian posesif. Walaupun nggak menganggap idol sebagai milik pribadi, tapi kalau menganggap idol sebagai kekasih atau pacar juga termasuk posesif, lho..
  3. Menjadi delusional. Maksudnya bukan waktu mau tidur menghayalkan lagi nge-date sama idol, lho. Kalau Cuma itu sih, masih terbilang wajar. Yang dimaksud delusional itu, kalau seorang fans mempercayai sepenuhnya apa yang dia khayalkan adalah sepenuhnya kenyataan, hinggak nggak bisa memisakan antara dunia nyata dan dunia khayalannya sendiri. Itulah sebuah delusional yang sudah terbilang sangat parah. Ini cukup jarang terjadi bahkan hampir nggak ada fans seperti itu di negara kita. Tapi di negara sakura sana, seorang yang delusional ini cukup banyak, lho.




          Setelah mengetahui penyebab kita mengidolakan seseorang dan kecintaan terhadap idol yang nggak wajar, yuk, kita bahas apa sih hal buruk yang mungkin kalau kita mencintai idol secara abnormal atau nggak wajar. Yang mungkin terjadi itu adalah:

  1. Kurangnya kemampuan bersosialisasi. Karena terlalu terpesona dengan sang idol, bisa saja kita jadi sering mengabaikan keberadaan orang disekitar kita. Contohnya, waktu mama kamu nyuruh kamu keluar kamar untuk makan malam bersama kamu malah tetap didalam kamar dan asyik sendiri menonton DVD sang idol kesayangan kamu. Atau, misalnya kamu punya pacar, tapi kamu sering mengabaikannya saat dia ingin mengajak kencan karena kamu ingin pergi menonton penampilan live sang idol. Parahnya lagi jika ada orang yang tidak menyukai idola kita, kita malah jadi membencinya dan enggan untuk bergaul dengannya.
  2. Menjadi seorang weeaboo. Apa itu weeaboo? “Weeaboo adalah seseorang yang terobsesi dengan budaya Jepang, dan mereka cenderung untuk bertingkah laku seperti orang Jepang, padahal mereka bukanlah orang Jepang, bukan lahir di Jepang dan bukan warga negara Jepang.” Mengapa menjadi seorang weeaboo bisa dikatakan buruk? Ambil contoh, jika di jepang kamu berterima kasih pada orang lain dengan mengucapkan “arigatou gozaimasu” akan terlihat sangat wajar. Tapi bagaimana jika kamu mengucapkannya di negara kita ini pada teman yang nggak tahu-menahu tentang hal-hal berbau jejepangan? Kamu pasti terlihat aneh di matanya, dan dia akan menganggap kamu sebagai orang menyebalkan yang selalu membawa hal-hal yang kamu sukai pada orang yang belum tentu menyukainya.
  3. Menjadi skizofrenia. Skizofrenia adalah kondisi ketika khayalan dan kenyataan tercampur aduk sehingga kita nggak bisa membedakan keduanya. Fans delusional tahap akut ini nggak akan bisa membedakan antara realitas kehidupan idola di balik layar dengan khayalan yang ia ciptakan. Seseorang menjadi delusional karena tidak bisa menyalurkan kekagumannya secara berlebihan terhadap idolanya.
          Bagaimana, wotsss? Apakah kamu sudah mencintai dan mengidolakan member favoritmu dengan cara yang benar? Jika masih banyak poin-poin buruk diatas yang menjadi sifat dan kelakuan kamu, yuk, cobalah untuk berbenah diri menjadi fans yang baik. Bagaimana caranya? Ya, cobalah untuk mendukung idolamu terutama JKT48, untuk tidak sering men-download MV-nya di youtube, beli DVD originalnya dong sekali-sekali. Jangan terlalu menguntit idolamu, kalau berpapasan dengannya di luar event atau suatu acara, cobalah untuk memandangnya sebagai orang biasa, jangan bersikap “wah” dan membuatnya risih. Jangan menganggap dia milik pribadimu sendiri, kita akan tersakiti saat dia memiliki kekasih yang sebenarnya jika kita tetap menganggapnya milik pribadi. Pandai-pandailah berkhayal, jangan sampai menjadi delusional. Dan yang terakhir, pesanku, jangan lupakan kehidupan sosial, terlebih jika itu karena si member idol kesayangan kita.

          Nah, bagaimana? Setelah jauh membahas ini, apakah kamu masih tetap merasa sang idol adalah cinta sejatimu? Ya atau nggaknya, jawaban itu ada di diri kamu. Dan apapun itu, menurutku cinta terhadap idol adalah hal wajar, meski kamu mengaggap sang idol adalah cinta sejati sekalipun. Karena menurutku, pada akhirnya idol, atau idola, atau member jeketi kesayangan kita itu nantinya pasti memiliki kekasih yang manusia biasa juga, jadi itu nggak menutup kemungkinan fans adalah calon kekasihnya nanti. Iya, kan?
           Haha.. Rasanya, pembahasan di blog ku yang satu ini cukup panjang dan agak sedikit nggak beraturan. Tapi cukup deh ya, untuk mengajak masing-masing dari kita mengintrospeksi diri. Aku harap postingan ini cukup berguna. Mohon maaf ya, postingan kali ini sebagian besar adalah hasil pemikiranku sendiri, jadi jangan terlalu dianggap benar semuanya. Aku yang juga fans JKT48 Cuma mau berbagi pengalaman dan mengajak berbenah diri menjadi fans yang baik.
Kalau ada yang mau berbagi cerita, boleh di kolom komentar, kok. Atau mungkin ada yang mau komentar tentang kekurangan postinganku. Oh, ya maaf kalau ada typo, postingan ini ku ketik sendiri dan udah lewat tengah malam ngetiknya. Jadi agak urak-urakan. Maklum, pusing nunggu video hasil editing lama banget proses export-nya. Hahah..


Yosh, aku pamit... Terima kasih..