20 November 2014

Tentang Penulis, Penulis Tapi Mengetik

Profil Penulis blog "Badai Veranda" itu yang ditulis pada artikel kali ini. Ya mau gimana, selama ini cuma nulis tentang orang lain, sekali-sekali promosiin diri nggak masalah, kan?

Profil:

Nama: Panca Safe Prayogi
Panggilan: Panca, Safe, Ogi, Caca.
Lahir: Sintang, 3 Juli 1994
Tinggi Badan: 151cm
Status: Mahasiswa
Status Keluarga: Anak ke 5 dari 5 bersaudara
Cita-cita: Belum ada
Hobi: Membaca dan menulis sesuatu, dengerin musik J-Pop, tidur, streaming youtube, editing foto dan video, ngopi, rapp.
Warna Favorit: Putih, biru dan Hitam
Ukuran sepatu: 38/39





Beberapa Fakta 

- Lahir di hari minggu
- Waktu kelas 1 SD pernah ketabrak motor
- Waktu SMP nggak tinggal sama orang tua
- Sekarang kuliah di kota Malang
- Pertama kali pacaran kelas 6 SD
- Sering tidur di kelas waktu SMP dan SMA
- Waktu SMP pernah buat satu novel dengan tulis tangan
- Waktu masih kecil pernah punya cita-cita jadi Teletubies
- Nggak suka baju warna kuning kecuali jersey Juventus
- Nggak nguasai satupun bahasa daerah
- Rekor tidur paling lama 17 jam
- Punya teman yang namanya Suleman dan Pipin
- Paling susah ingat sesuatu yang berhubungan dengan angka
- Punya lebih dari 10 lagu yang diproduksi sendiri
- Nggak pernah suka sama produk BB
- Nggak suka makanan laut dan yang terbuat dari udang dan jagung
- Suka coklat
- Dalam kondisi normal bisa menghabiskan 2 gelas besar kopi hitam dalam sehari
- Ngfans banget sama JKT48
- Dulu pernah ngoleksi DVD dan CD Padi
- Pengen ngajak pacar jalan-jalan naik becak
- Udah pacaran sama 20 cewek
- Beberapa kali sempat pacaran dengan tiga cewek sekaligus dan sekali macarin 4 cewek sekaligus
- Pemalu dan nggak berani menghadapi hal baru sendirian


Sedikit Tentang diriku 

"Aku adalah laki-laki ganteng yang nggak terlihat ganteng. Meskipun aku nggak istimewa, tapi aku tetap spesial. Namaku Safe" 
Nah, itulah jikoshai yang aku punya. Hehe... Kayak member JKT48 aja pakai jikoshai... Perduli banget, yang penting aku senang.

Sekarang, aku lagi bingung, biasanya kan, aku nulis tentang orang lain, tapi sekarang aku nulis tentang diri aku sendiri, aku jadi bingung baiknya cerita tentang apa. Daripada aku bingung, ku putuskan aja untuk cerita sedikit tentang diri aku ini. Mungkin cuma sekitar tiga atau empat poin aja.

Baiklah, pertama-tama aku pengen ngomongin masalah pola tidurku yang agak sedikit abstrak. Dari dulu aku memang terkenal hobi tidur, padahal nggak juga sih, aku tidur dengan durasi normal, cuma yang berbeda hanyalah waktunya. Aku sering bangun waktu orang lagi pada tidur, dan aku sering tidur waktu orang-orang pada bangun. Jadi, mereka fikir aku tidur di saat mereka tidur dan aku tidur di saat mereka bangun, padahal kan, nggak gitu. Semasa aku SMP dan SMA, aku terkenal dikalangan teman-teman sebagai orang yang paling sering tidur di kelas. Ya, apa hendak dikata, memang kayak gitu kenyataannya. Aku memang insomnia sejak SMP, ditambah lagi terlalu banyak mata pelajaran yang buat aku bosan dan ngantuk selama di kelas. Aku juga terkenal sebagai orang yang bisa tidur dengan berbagai posisi. Aku sering tidur di kelas dengan posisi duduk, kepala tertunduk, kedua tangan yang ujung jarinya menyatu menutupi pandangan orang lain untuk melihat kedua mataku, lalu kuletakkan buku yang terbuka di bawah mukaku yang sedang tertunduk. Posisi itu sangat strategis untuk tidur diam-diam di kelas. Pada awalnya sih, itu bisa menipu teman-teman sekelasku, tapi lama-kelamaan mereka berhasil menyingkap tabir strategiku. Tapi syukurnya nggak ada satu oknum guru pun yang tau akan hal itu.

Kebiasaan tidur di kelasku yang ku sebut juga dengan skill udah jarang kupakai semenjak kuliah ini. Aku udah jarang ngersa ngantuk di kelas. Mungkin sekilas cerita itu terlihat baik, tapi nyatanya itu jauh lebih buruk dari keadaan sebelumnya. Aku memang udah jarang insomnia lagi, tapi pola tidurku yang sekarang jauh lebih buruk daripada insomnia. Aku nggak tidur sepanjang malam, dan aku tidur hampir selama siang dan sore. Sungguh keadaan yang nggak cocok dengan jam kuliah.

Di sisi semua itu, aku juga tipe-tipe yang sering tidur hanya sekitar empat atau lima jam saja. Kalau hari ini aku tidur empat jam, berarti besoknya aku bisa tidur selama belasan jam, dengan syarat nggak ada orang yang bangunin aku. Rekor tidur terlamaku itu tujuh belas jam, dan rekor terbangun terlamaku itu dua puluh dua jam. Itu terjadi sekitar setengah tahun yang lalu, waktu itu malamnya aku nggak bisa tidur dan mulai dari pagi sampai malamnya lagi aku harus tetap terbangun untuk menghadiri lomba robot nasional yang di selengarakan di kota Malang.

Aku itu tipe-tipe orang yang nggak suka kalau tidur disertai dengan mimpi, itu rasanya beneran nggak enak. Karena apa? Pertama, kalau tidur sambil mimpi itu rasanya kayak tetap beraktifitas selama tidur, jadi rasanya kurang bisa menikmati istirahat. Kedua, suasana hati bisa berubah waktu terbangun dari tidur. Entah itu mimpi indah ataupun mimpi buruk. Misalnya aja, kalau aku mimpi buruk pasti suasana hati jadi kacau, timbul rasa takut dan khawatir yang samar-samar nggak jelas apa juga yang harus ditakutin dari mimpi buruk itu.Terus, kalau mimpi indah itu pasti bikin hati rasanya kayak di PHPin sama Tuhan. waktu di mimpi kita bisa pacaran sama cewek yang kita suka, begitu bangun pasti mikir, "yah, cuma mimpi. Kirain beneran".
Entah kenapa, semenjak aku nggak pernah tidur malam, aku selalu ngantuk setiap ada waktu senggang, nggak perduli kapanpun dan dimanapun. Aku bakalan terus ngantuk sebelum waktu tidurku yang sebenarnya tiba. Tapi anehnya, rasa ngantuk itu kalau dusahain untuk tidur juga tetap nggak bisa tidur. Kalau nggak tidur rasanya ngantuk banget. Jadi itu kayak minggir ke kanan atau kiri kecemplung septictank jebol, kalau ke depan dua kali satu, kalau ke belakang satu kali dua (apa itu?).

Ada fakta yang mengatakan, "seorang insomnia memiliki otak yang lebih aktif dalam berpikir." Aku setuju dengan itu, bahwasannya otakku nggak pernah berhenti memikirkan sesuatu waktu aku beranjak untuk tidur. Semakin aku berusaha tidur, maka semakin banyak hal-hal atau problem keseharian yang lalu-lalang di otakku. Keadaan seperti itu kadang membuat aku ngerasa tertekan. Tapi temanku bilang "biarkan aja hal wajar kayak gitu. Kalau otak udah capek, nanti pasti terlelap." Setelah ku filter selama beberapa detik, aku ngerasa itu ada benarnya juga, jadi hampir setiap malam sebelum tidur aku mendelusikan sesuatu, membayangkan suatu cerita yang di dalamnya ada aku sebagai pemeran utamnya. Semenjak itu, proses menuju dunia tidurku jadi sedikit menyenangkan.

Kalau dipikir-pikir, panjang juga pembahasan tentang tidurnya. Udah saatnya beralih topik, aku harap ini topok terakhir. Jadi kita bahas sedikit tentang JKT48, sedikit aja.

Oke, aku itu... Suka Ve JKT48... Udah, segitu aja...














Harigatougozimasu, sayonara...

Sebagai ganti basa-basi penutup, aku kasi liat sedikit fenomena mukaku...