20 November 2014

Tentang Penulis, Penulis Tapi Mengetik

Profil Penulis blog "Badai Veranda" itu yang ditulis pada artikel kali ini. Ya mau gimana, selama ini cuma nulis tentang orang lain, sekali-sekali promosiin diri nggak masalah, kan?

Profil:

Nama: Panca Safe Prayogi
Panggilan: Panca, Safe, Ogi, Caca.
Lahir: Sintang, 3 Juli 1994
Tinggi Badan: 151cm
Status: Mahasiswa
Status Keluarga: Anak ke 5 dari 5 bersaudara
Cita-cita: Belum ada
Hobi: Membaca dan menulis sesuatu, dengerin musik J-Pop, tidur, streaming youtube, editing foto dan video, ngopi, rapp.
Warna Favorit: Putih, biru dan Hitam
Ukuran sepatu: 38/39





Beberapa Fakta 

- Lahir di hari minggu
- Waktu kelas 1 SD pernah ketabrak motor
- Waktu SMP nggak tinggal sama orang tua
- Sekarang kuliah di kota Malang
- Pertama kali pacaran kelas 6 SD
- Sering tidur di kelas waktu SMP dan SMA
- Waktu SMP pernah buat satu novel dengan tulis tangan
- Waktu masih kecil pernah punya cita-cita jadi Teletubies
- Nggak suka baju warna kuning kecuali jersey Juventus
- Nggak nguasai satupun bahasa daerah
- Rekor tidur paling lama 17 jam
- Punya teman yang namanya Suleman dan Pipin
- Paling susah ingat sesuatu yang berhubungan dengan angka
- Punya lebih dari 10 lagu yang diproduksi sendiri
- Nggak pernah suka sama produk BB
- Nggak suka makanan laut dan yang terbuat dari udang dan jagung
- Suka coklat
- Dalam kondisi normal bisa menghabiskan 2 gelas besar kopi hitam dalam sehari
- Ngfans banget sama JKT48
- Dulu pernah ngoleksi DVD dan CD Padi
- Pengen ngajak pacar jalan-jalan naik becak
- Udah pacaran sama 20 cewek
- Beberapa kali sempat pacaran dengan tiga cewek sekaligus dan sekali macarin 4 cewek sekaligus
- Pemalu dan nggak berani menghadapi hal baru sendirian


Sedikit Tentang diriku 

"Aku adalah laki-laki ganteng yang nggak terlihat ganteng. Meskipun aku nggak istimewa, tapi aku tetap spesial. Namaku Safe" 
Nah, itulah jikoshai yang aku punya. Hehe... Kayak member JKT48 aja pakai jikoshai... Perduli banget, yang penting aku senang.

Sekarang, aku lagi bingung, biasanya kan, aku nulis tentang orang lain, tapi sekarang aku nulis tentang diri aku sendiri, aku jadi bingung baiknya cerita tentang apa. Daripada aku bingung, ku putuskan aja untuk cerita sedikit tentang diri aku ini. Mungkin cuma sekitar tiga atau empat poin aja.

Baiklah, pertama-tama aku pengen ngomongin masalah pola tidurku yang agak sedikit abstrak. Dari dulu aku memang terkenal hobi tidur, padahal nggak juga sih, aku tidur dengan durasi normal, cuma yang berbeda hanyalah waktunya. Aku sering bangun waktu orang lagi pada tidur, dan aku sering tidur waktu orang-orang pada bangun. Jadi, mereka fikir aku tidur di saat mereka tidur dan aku tidur di saat mereka bangun, padahal kan, nggak gitu. Semasa aku SMP dan SMA, aku terkenal dikalangan teman-teman sebagai orang yang paling sering tidur di kelas. Ya, apa hendak dikata, memang kayak gitu kenyataannya. Aku memang insomnia sejak SMP, ditambah lagi terlalu banyak mata pelajaran yang buat aku bosan dan ngantuk selama di kelas. Aku juga terkenal sebagai orang yang bisa tidur dengan berbagai posisi. Aku sering tidur di kelas dengan posisi duduk, kepala tertunduk, kedua tangan yang ujung jarinya menyatu menutupi pandangan orang lain untuk melihat kedua mataku, lalu kuletakkan buku yang terbuka di bawah mukaku yang sedang tertunduk. Posisi itu sangat strategis untuk tidur diam-diam di kelas. Pada awalnya sih, itu bisa menipu teman-teman sekelasku, tapi lama-kelamaan mereka berhasil menyingkap tabir strategiku. Tapi syukurnya nggak ada satu oknum guru pun yang tau akan hal itu.

Kebiasaan tidur di kelasku yang ku sebut juga dengan skill udah jarang kupakai semenjak kuliah ini. Aku udah jarang ngersa ngantuk di kelas. Mungkin sekilas cerita itu terlihat baik, tapi nyatanya itu jauh lebih buruk dari keadaan sebelumnya. Aku memang udah jarang insomnia lagi, tapi pola tidurku yang sekarang jauh lebih buruk daripada insomnia. Aku nggak tidur sepanjang malam, dan aku tidur hampir selama siang dan sore. Sungguh keadaan yang nggak cocok dengan jam kuliah.

Di sisi semua itu, aku juga tipe-tipe yang sering tidur hanya sekitar empat atau lima jam saja. Kalau hari ini aku tidur empat jam, berarti besoknya aku bisa tidur selama belasan jam, dengan syarat nggak ada orang yang bangunin aku. Rekor tidur terlamaku itu tujuh belas jam, dan rekor terbangun terlamaku itu dua puluh dua jam. Itu terjadi sekitar setengah tahun yang lalu, waktu itu malamnya aku nggak bisa tidur dan mulai dari pagi sampai malamnya lagi aku harus tetap terbangun untuk menghadiri lomba robot nasional yang di selengarakan di kota Malang.

Aku itu tipe-tipe orang yang nggak suka kalau tidur disertai dengan mimpi, itu rasanya beneran nggak enak. Karena apa? Pertama, kalau tidur sambil mimpi itu rasanya kayak tetap beraktifitas selama tidur, jadi rasanya kurang bisa menikmati istirahat. Kedua, suasana hati bisa berubah waktu terbangun dari tidur. Entah itu mimpi indah ataupun mimpi buruk. Misalnya aja, kalau aku mimpi buruk pasti suasana hati jadi kacau, timbul rasa takut dan khawatir yang samar-samar nggak jelas apa juga yang harus ditakutin dari mimpi buruk itu.Terus, kalau mimpi indah itu pasti bikin hati rasanya kayak di PHPin sama Tuhan. waktu di mimpi kita bisa pacaran sama cewek yang kita suka, begitu bangun pasti mikir, "yah, cuma mimpi. Kirain beneran".
Entah kenapa, semenjak aku nggak pernah tidur malam, aku selalu ngantuk setiap ada waktu senggang, nggak perduli kapanpun dan dimanapun. Aku bakalan terus ngantuk sebelum waktu tidurku yang sebenarnya tiba. Tapi anehnya, rasa ngantuk itu kalau dusahain untuk tidur juga tetap nggak bisa tidur. Kalau nggak tidur rasanya ngantuk banget. Jadi itu kayak minggir ke kanan atau kiri kecemplung septictank jebol, kalau ke depan dua kali satu, kalau ke belakang satu kali dua (apa itu?).

Ada fakta yang mengatakan, "seorang insomnia memiliki otak yang lebih aktif dalam berpikir." Aku setuju dengan itu, bahwasannya otakku nggak pernah berhenti memikirkan sesuatu waktu aku beranjak untuk tidur. Semakin aku berusaha tidur, maka semakin banyak hal-hal atau problem keseharian yang lalu-lalang di otakku. Keadaan seperti itu kadang membuat aku ngerasa tertekan. Tapi temanku bilang "biarkan aja hal wajar kayak gitu. Kalau otak udah capek, nanti pasti terlelap." Setelah ku filter selama beberapa detik, aku ngerasa itu ada benarnya juga, jadi hampir setiap malam sebelum tidur aku mendelusikan sesuatu, membayangkan suatu cerita yang di dalamnya ada aku sebagai pemeran utamnya. Semenjak itu, proses menuju dunia tidurku jadi sedikit menyenangkan.

Kalau dipikir-pikir, panjang juga pembahasan tentang tidurnya. Udah saatnya beralih topik, aku harap ini topok terakhir. Jadi kita bahas sedikit tentang JKT48, sedikit aja.

Oke, aku itu... Suka Ve JKT48... Udah, segitu aja...














Harigatougozimasu, sayonara...

Sebagai ganti basa-basi penutup, aku kasi liat sedikit fenomena mukaku...







Profil Milenia Christien, Milen's Flashback

"Aku bagaikan halilintar yang penuh pesona dan menggelegar. Halo, aku Milenia" 


Profil: 

Nama: Milenia Christien Glory Goenawan
Panggilan: Milen
Lahir: Putusibau, 12 Maret 2000
Golongan: Darah O
Tinggi Badan: 155cm
Status: Member JKT48
Tahun Aktif: 2014 - Sekarang
Status Keluarga: Mempunyai 2 kakak
Cita-cita: Model
Warna Favorit: Putih
Ukuran sepatu: 37/38
Nama Fans: Mileniation


Fakta Milenia 

- Milen adalah member JKT48 dari
generasi ke 3
- Milen berasal dari kota Pontianak,
Kalimantan Barat
- Keturunan Tionghoa dan Dayak
- Mileni mempunyai lesung pipi dan gigi gingsul yang menjadi daya tarik
Seorang Milen
- Milen bisa main alat musik yaitu biola dan gitar
- Milen suka boneka Hello Kitty, boneka Minions
- Nomor audisi Milen adalah 34
- Oshi di JKT48 adalah Shania Junianatha
- Selain nama panggilan Milenia dan Milen, dia juga memiliki nama panggilan lain yang sering dipakai sebelum menjadi member, yaitu Lelen, Elen, Itin, Christin.
- Milen menyukai suasana hujan
- Kepalanya miring ke kiri saat berbicara
- Sifat dasar Milen, ramah, murah senyum, dan tidak sombong
- Sering menyapa fans Kalau lagi
stress, makannya jadi banyak dan
pedas, setelah itu jadi merengek sakit perut
- Mengaku tidak mau pacaran dengan laki-laki yang jarak usianya lebih dari 3 tahun
- Pernah bersekolah di SMP Mutiara Bangsa 2 School, Tangerang
- Milen pernah tampil sebagai Group Dancer di sekolahnya
- Milen cewek yang termasuk ahli dalam bidang Teknologi Informasi dan Perhubungan
- Sangat suka bernyanyi saat sedang mandi
- Mama Milen adalah orang Pontianak dan keturunan Tionghoa
- Mama Milen namanya .... Untuk yang ini rahasiaku aja deh...
- Pernah melakukan Unfollow besar-besaran di Twitter pribadinya saat masih audisi member JKT48
- Penyuka game jenis Role Player
- Tipe pria idamannya, baik, lucu,
romantis, jago basket
- Tipe cewek yang sering bergadang
- Sering lupa password social media-nya.
- Kakak perempuan Milen bernama Meilanie dan adik perempuannya bernama Holly
- Milen begitu menyukai suasana Natal dan selalu ingin mudik ke
Kalimantan Barat ketika libur Natal.


Sedikit Ulasan Tentang Milenia 

Milenia yang akrab dipanggil Milen ini merupakan anak kecil yang aktif di berbagai sosial media sejak sebelum lolos audisi JKT48. Seperti fakta yang tercantum di atas, Milen merupakan cewek yang terlalu sering lupa dengan password akun sosmednya. Menurut pemantauan terakhir, akun twitter Milen yang lama belum ditutup meskipun udah nggak digunakan lagi, alasannya ya karena lupa passwordnya. Semenjak resmi jadi member JKT48, Milen menggunakan akun twitter resmi yang dibuat oleh pihak manajemen JKT48. Sementara itu akun twitter lamanya udah banyak di plagiatin orang. Jadi, kalau ada akun twitter yang namanya sama atau hampir sama dengan akun twitter Milenia yang lama ataupun yang baru, berhati-hatilah, itu akun twitter Milen yang palsu.

Mungkin, nggak ada salahnya kalau kita sedikit flashback tentang masa lalu Milen. Kita kembali pada akhir tahun 2013 lalu, dimana Milen sedang melakukan interview dengan pihak manajemen JKT48. Saat itu ada salah satu fanbase JKT48 yang mengetahui berita ini dan menyebarkan info bahwa salah satu followersnya dengan akun @lenmilenia_c sedang mengikuti interview. Seketika itu, nama Milenia sebagai salah satu peserta audisi yang berwajah cukup cantik menjadi sebuah top topik di kalangan fans JKT48. Dari situ, mulailah bermunculan para fans yang menamai diri mereka dengan sebutan Mileniaction dan Mileniation. Ya, sebagai seorang manusia biasa, apalagi seorang cewek yang baru memulai merintis karir, Milenia merasa senang memiliki banyak fans. Sebagai rasa terima kasih atas dukungan para fans, Milenia pun bersedia untuk memfollback dan membalas mention dari para fansnya. Tapi apa boleh buat, dari sekian banyak mention dan permintaan follback yang datang, nggak semua bisa Milen tanggapi satu-persatu. Beberapa fans yang mentionnya nggak dibalas merasa kesal dan marah. Mereka menghujat Milen dengan memvonis Milen sebagai cewek yang sombong. Bagaimana mungkin seorang Milen bisa tahan dengan itu semua, dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk berbuat baik tapi tetap disalahkan. Pada akhirnya, Milenia menutup akun twitter pribadinya. Bukan untuk menghindari hujatan dari para fans, tapi untuk mengadili kesalahpahaman yang terjadi.
Hingga akhirnya, pada awal maret 2014 Milen dinyatakan Lolos audisi dan resmi menjadi member JKT48 generasi ke 3. Tak berselang terlalu lama dari situ, Pihak manajemen JKT48 membuka akun resmi untuk para member generasi ke 3 yang saat ini digunakan oleh Milen dan member lainnya. Dengan akun twitter resmi ini Milen kembali menyapa para fans dengan keramahannya tanpa pernah mengungkit kesalahpahaman yang pernah dilakukan beberapa fans dulu. Hingga saat ini, Milen termasuk salah satu member yang memiliki fans terbanyak di generasi ke 3 berbarengan dengan Michelle dan beberapa member lainnya.

"Perempuan berhati baja selembut kapas". Nah, itulah pandanganku tentang Milenia. Berhati baja, meskipun telah disudutkan dengan predikat sombong, milenia tetap menjadi sosok anak perempuan yang tegar. Terlebih lagi ketika dia mampu lolos menjadi member JKT48, dia membuktikan bahwa dia nggaklah seperti yang selama ini fans pikirkan. Jelas, disini butuh kedewasaan yang cukup untuk menghadapi permasalahan seperti itu, dan ternyata dengan usia yang sangat muda, Milenia mampu mengatasinya. Selembut kapas, Milen mampu menerima kembali fans yang pernah menyudutkannya tanpa pernah mungkit kesalahpahaman yang dulu pernah terjadi. Sungguh, suatu kedewasaan dibalik jati diri yang muda.


Milen Dalam Pemikiranku 

Masih ingat jiko kepunyaan Milen? "bagaikan halilintar yang penuh pesona dan menggelegar". Ya, itulah jiko punya si Milen. Awalnya sih, aku ngerasa kalimat itu terasa aneh dengan kata halilintar dan menggelegarnya. Bikin inget sama si tante jambul khatulistiwa cetar membahana. Tapi pada akhirnya aku terbiasa dan ngerasa jiko itu benar-benar cocok untuk Milen. Halilintar itu sesuatu yang datang dengan begitu cepat. Yang awalnya nggak ada kemudian muncul dengan cepat dan mengejutkan. Pada awalnya Milen itu gadis atau sebut aja anak kecil biasa yang hidup selayaknya anak kecil pada umumnya. Tapi karena dia merasa memiliki bakat, dia memilih untuk merubah jalan hidupnya menjadi seorang idol. Kemunculannya itu dengan cepat mendapat respon dari banyak orang, sebut aja fans. Bagaimana nggak, senyumnya benar-benar khas, cita rasa gadis borneo. Hihi... Nggak juga sih, aku cuma sedikit ngelantur. Tapi mau gimanapun, siapa yang bisa menyangkal kalau dia benar-benar manis dengan gigi gingsul dan lesung pipinya. Senyumnya begitu menggelegar di hati.

Aku tau Milen itu, dari sebelum dia lolos jadi member generasi ke 3. Waktu tahap audisi pertama entah babak sekian besar aku juga nggak inget. Teman aku ngabarin aku, "ada calon member JKT48 dari Pontianak, namanya Milenia Christien". Itu memang kalimat pendek dari temanku, tapi itu kabar yang mengejutkan. Seketika itu juga aku langsung browsing, cari tau tentang kebenarannya. Ternyata udah ada beberapa website yang menyajikan sedikit info tentang dia. Memang benar keberadaan Milen sebagai salah satu calon member itu ada, tapi nggak ada satupun info yang nunjukin kalau dia itu berasal dari Pontianak. Ah, aku jadi ragu tentang itu. Akhirnya aku mencoba untuk nggak perduli tentang asal muasalnya Milen, aku cuma penasaran kayak apa orangnya. Dan nggak lama browsing di google image, aku nemuin beberapa fotonya dan salah satu fotonya ada tulisan warna putih "Milenia Christien GG, 13 tahun, kalimantan Barat". Ternyata info yang dikasi temanku bisa di percaya.

Mulai dari situ, aku sedikit-sedikit mulai tau banyak tentang dia. Sempat nyari akun twitter dan akun facebooknya. Akun twitter memang ketemu, tapi nggak untuk akun facebooknya. Bukan nggak ada, tapi terlalu banyak. Maksudku terlalu banyak yang palgiatin akun facebook Milen.

Bisa dibilang Milen itu member generasi ke 3 yang paling pertama aku kenal. Dan sekarang, aku jadi orang yang rajin ngikutin akun twitternya. Hampir sesering aku memantau aktifitas twitter oshiku dari team J. Apa yang buat aku muali fanatik dengan Milen? Bukan, bukan karena dia berasal dari Kalimantan Barat, itu cuma alasan yang buat aku penasaran. Yang buat aku tertarik sama dia itu pesonanya secara fisik, mulai dari senyum dan bentuk wajah yang khas, sampai suaranya juga. Dia punya kemampuan vokal cukup baik yang katanya sih turunan dari mamanya. Aku juga suka suara dan logatnya kalau lagi ngomong, lucu aja gitu rasanya. Selain itu, aku ngeliat ada potensi dari Milenia ini, dia punya beberapa kesamaan dengan Melody kapten JKT48. Pertama, dia punya kemampuan vokal yang cukup bagus, tapi dengan catatan perlu banyak latihan lagi. Terus, dia punya fans service yang baik sama kayak Melody, dia mampu menyapa fans dengan ramah. Milenia juga punya kemampuan kayak Melody yang belum tentu member generasi ke 3 lainnya sudah memilikinya, yaitu kemampuan MC dan publik speaking. Dan yang terakhir, selayaknya seorang Melody, Milenia sangat cocok jadi seorang center. Dia mampu mempelajari blocking dengan cepat, keterampilan dance dan kelenturan badannya cukup baik dibandingkan beberapa member yang seangkatan dengan dirinya. Bukan sekedar cocok, tapi dia udah membuktikan kalau dia pantas. Di Team merah, Milen dan Elaine adalah dua member yang sering menjadi center. Bahkan dari sekian banyak member generasi ke 3 Milenia adalah salah satu member yang di percaya membawakan lagu Iiwake Maybe, salah satu unit song di album Kokoro No Placard. Ditambah lagi Iiwake Maybe adalah salah satu Unit Song legenda di AKB48. Nah, yang mengagumkan adalah, Milen lebih di percaya untuk menjadi center pada lagu ini dibanding member lainnya seperti Michelle. Bahkan beberapa fans Michelle sempat komentar "kenapa harus Milenia? Kenapa nggak Michelle?". Ya mungkin kalian juga benar bahwa Michelle juga pantas menjadi center di lagu Iiwake Maybe. Tapi, Milen juga pantas, kan? Mungkin memang belum menjadi kesempatan Michelle untuk menjadi center. Aku yakin, masih banyak kesempatan mereka kedepannya untuk bersaing memperebutkan posisi center dan posisi di hati para fans. Persaingan bakal terus berlanjut.

Dari perkembangan sejauh ini, aku jadi berpikir, Milenia dan Michelle adalah salah dua member yang bakalan masuk ke team T dan menjadi icon penting di Team T nanti, bahkan ada kemungkinan mereka akan setara dengan member senior seperti Melody, Nabilah, ataupun Veranda. Selagi ada kemauan dan usaha, Milenia punya potensi mensejajarkan diri untuk menjadi member yang layak diperhitungkan.

Di akhir tulisan ini, aku pengen berpesan buat FJKT48 untuk terus mendukung JKT48 dan oshi-oshi kalian dengan cara yang benar.

Oke, terimakasih untuk yang udah baca artikel ini, termasuk yang cuma sekedar baca judulnya. Maaf kalau ada beberapa kesalahan. Penulis hanyalah manusia biasa yang mengidolakan seorang Veranda. *apa hubungannya?

Daaghh... Sayonara...







14 November 2014

Profil: Cindy Yuvia, Yupi yang Menggemaskan


"Aku hanyalah gadis mungil yang tidak sempurna. Tapi aku limited edition dan akan selalu tersenyum untuk kalian. Aku Cindy Yuvia. Panggil aku Cindvia..." 


Profil:

Lengkap : Cindy Dea Yuvia
Nama Panggilan : Cindvia, Yuvia, Yupi
Lahir : 14 Januari 1998
Nama Fans : CindviaDealoved
Agama : Katolik
Golongan darah : B
Tinggi Badan : 152cm
Team JKT48 : Team KIII
Tahun aktif : 2012 – sekarang
Status Keluarga : Anak Sulung dari 2
Bersaudara
Hobi : Makan, Membaca, Menyanyi, Menari.
Boneka kesukaan : Hello Kitty, Rillakuma, Kelinci, Teddy bear
Warna Favorit : Pink & Biru Muda
Makanan Favorit : Yang berbau
Strawbarry, Keju, Sate Ayam, Siomay,
Sushi, Bakso, Nasi Goreng, dan Cokelat
Minuman Favorit : Milk shake strawbarry
Ukuran sepatu : 37/38
Iklan: Indosat IM3 Play, Honda Brio, Lawson, Waku-Waku Japan, Kakao Talk, Honda All New Jazz


Sedikit Ulasan Fakta Tentang Yupi

Member JKT48 yang terbilang sangat loli ini sekolahnya SMK jurusan Akuntansi yang entah dimana dan apa nama sekolahnya, itu privasi Yupi sebagai seorang member. Yupi itu Suka nonton film kartun, contohnya Spongebob. Sama kayak aku ya, aku juga suka Spongebob. Yupi ini suka nonton bareng saudaranya. Katanya sih, begitu. Adiknya Yupi itu namanya Windy Yuvia, hampir sama ya dengan nama lengkap Yupi. Mungkin mukanya juga hampir sama, aku juga gk tau sih, belum pernah liat. Menurut kabar burung yang ku dapat (entah burung siapa yang berkicau) Windy itu pengen ikut audisi gen 4 nanti. Ya, mungkin dia pengen ikut jejak kakak tercintanya. Eh, ngomongin tentang saudara, seperti yang tercantum di atas sana, Yupi itu anak pertama dari dua saudara. Tapi sebenarnya dia anak kedua dari tiga saudara. Dia pernah punya kakak kandung yang sekarang sudah pulang kepada Tuhan Yang Maha Esa. Silahkan berdoa bagi yang ingin mendoakan.

Momen kesukaan Yupi adalah kalau ada orang yang menyukainya. Berarti dia tipe cewek yang sangat suka kalau ada yang mengagguminya. Pasti sangat-sangat senang punya fans banyak seperti sekarang.

Waktu di tanya akrab sama siapa,Yupi malah ngasi jawaban yang universal "akrab sama semua member". Tapi pada kenyataannya menurut pantauan lensa pupil seorang fans, Yupi paling akrab sama tante Shanju.

Cindiviadealoved, ingat nama itu kan? Itu julukan untuk orang yang ngeoshiin Yupi. Ide julukan itu diambil dari nama akun twitternya dulu @cindviadealove

Tidak perlu diketahui bahwa, Yupi ini pernah ikut Heavy Rotation dance cover yang di selanggarain oleh prusahaan produk minuman ber-ion, Pocari Sweat. Waktu itu nama grup dance covernya Hebirote. Suatu perjuangan di masa lalu yang membanggakan ya, walaupun nggak menang sih.

Sama halnya seperti aku, Yupi sangat suka baca komik, tapi bukan komik berseri. Bikin penasaran, katanya, takut ketagihan juga. Selain baca komik, dia juga suka baca apapun sesuatu yang positif. Dia juga suka main game di hp. Nggak suka main game di PC dan online, takut ketagihan katanya. Ah, serba takut ketagihan mulu ni anak.

Tenshi no Shippo (ekor malaikat), unit song di setlist Pajama Drive merupakan lagu kesukaannya Yupi. katanya pakai ekor itu
menyenangkan.

Suka semua mata pelajaran, karena baginya semua mata pelajaran itu berguna, apalagi IPA. Maka itulah dia punya cita-cita jadi dokter. Tapi cita-cita jadi pramugari, apa hubungannya dengan IPA? Yupi ini adalah salah satu member JKT48 yang pernah mengikuti olimpiade Matematika dan Sains. Ah, apa sih, cantik, imut-imut, pinter lagi, minta dikarungin nih anak.

Yupi itu anak manja yang selalu diantar papanya kalo berangkat sekolah. Mungkin dia takut dikarungin Wota. Biasa, wota kan kalu udah gemes liat foto member pasti komen "mana karung, mana karung..." Paling suka minta anterin sama member lain "Padahal
cuma ke WC, jaraknya deket banget tapi aku pasti minta anter, hehehe". Yupi bilang begitu. Selain manja, dia juga cengeng, Yupi pernah nangis
dirumah gara-gara fansnya banyak yang bilang kalau Yupi anak STM yang suka tawuran. Ini kayaknya gara-gara Lidya yang pertama kali ngatain Yupi suka tauran. Cuma gara-gara Yupi sering malakin pizzanya Lidya. Hal lain, Yupi sangat-sangat nggak suka ada yang
mengancam untuk menciumnya. Misalnya "Aku cium nih."

Sensitif, itulah Yupi. Hanya kerna diamarahin waktu latihan, dia bisa bad mood, dan inilah kalimat yang sempat diutarakan Yupi "Habisnya takut kalau dimarahin, jadinya aku diem dan cemberut aja, kok, padahal nggak ngambek , bener deh."


Cindy Yuvia Dalam Pemikiranku 

Awalnya aku nggak begitu tau tentang Cindy Yuvia. Yang aku tau hanyalah nama yang sama dan kelolian yang hampir sama dengan seorang Cindy Gulla. Waktu aku perhatikan beberapa foto dan video Yupi, aku ngeliat ada kemiripan karakter antara dirinya dengan Cindy Gulla. Mulai dari gaya rambut pony rata, karakter vokal waktu ngomong, sampai mimik muka manjanya juga sama. Tapi, lambat laun persepsi tentang kemiripan itu mulai berubah, apalagi setelah Cindy Gulla memilih untuk graduate dari JKT48. Walaupun mereka sama-sama karakter yang menyajikan keloliannya di setiap momen, setelah terbiasa dengan semua itu ku pikir mereka bukan dua member yang berkarakter sama. Ya, memang sama lolinya, tapi beda suasananya. Menurut ku, Cindy Gulla itu lebih ke sifat manja, kayak kucing peliharaan gitu manjanya. Kalau Cindy Yuvia, dia lebih sering menampilkan mimik muka dan cara berbicaranya seperti anak kecil yang cengeng.
Waktu pertama-tama tau tentang Yupi, aku nggak begitu suka liatnya. Bahkan aku sempat mikir, "Ih, apaan sih, nih anak, mukanya sok imut banget." Tapi aku nggak nyangka, karena hal itu perhatianku sering teralihkan padanya. Sedikit-sedikit aku mulai memahami bahwa memang seperti itulah karakternya dan nggak ada yang salah tentang itu semua.

Bulan demi bulan terlewati dengan mengisi hari sebagai seorang laki-laki yang mengidolakan JKT48. Aku benar-benar tergila-gila sama beberapa member team J. Sedangkan Yupi dan beberapa member team KIII terlewat begitu saja seperti iklan di TV. Aku nggak begitu fokus sama Yupi, palingan cuma liat tweet-tweetnya yang lewat di timelineku. Cuma sekedar baca dan nggak pernah ikut mention atau sekedar meretweet.
Sampai suatu ketika di sebuah media sosial ask.fm pertemuan antara aku dan Yupi terjadi. Beberapa kali sempat basa-basi nanyain kabar dan kepo tentang beberapa hal. Cukup sering ku lihat Yupi sharing pict atau bahasa ask.fm nya itu "pap". Ku lihat pict-pictnya selalu saja monoton, entah itu di tweeter atau di ask.fm, selalu saja pony rata yang di tampilkan. Iseng-iseng aku minta dia pap yang nggak pakai pony. Aku pikir dia nggak berani, rupanya diluar dugaan, dia benar-benar memberikan pap yang ku minta, tanpa pony. Stuck, aku cukup terkejut. Ku pandangi lekat-lekat pict yang baru saja dia kasi ke aku. Ada yang aneh, mataku nggak bisa segera berhenti menatapnya. Seluruh badan bagian luarku terdiam nggak banyak bergerak. Rasanya badanku agak tegang, dadaku mulai sedikit sesak menandakan aku gerogi, dan pastinya detang jantungku lebih berdebar dari biasanya. Ah, setelah cukup lama dalam keadaan itu badanku kembali ke kondisi normal. Dan seketika itu aku tersenyum kecil. Ada rasa senang yang menyelimuti setelah melihat pict itu. Perasaanku berubah total. Waktu itu aku berpikir, "kenapa dengan aku? Apa ini jatuh cinta?". Waktu berlalu cukup lama dan aku jadi lebih sering fokus sama Yupi. Aku jadi rajin mengikuti segala akun media sosial milik Yupi, baik itu twitter, ask.fm, sampai G+ juga. Dan karena hal itu, perlahan aku jadi mulai menyadari dan mengakui keberadaan perasaan baru ini terhadap, Yupi.

Watarirouka, itu idol grub jepang bentukan Akimoto, sama seperti halnya AKB48 dan sister grup lainnya. Apa yang mau di bahas tentang ini? Ya, aku pengen sedikit membahas Baby Dino yang dulu pernah cover dance lagu ini. Aku nemuin Video Yupi coverin dancenya lagu Watarirouka yang berjudul Valentine Kiss. Sungguh Penampakkan yang semakin membuat aku jadi semakin suka dengan Yupi. Gimana nggak, Yupi menari dengan sangat baik, di tambah lagi tampilannya yang begitu memikat yang semakin mengeluarkan aura loly yang dimilikinya. Dalam Video itu Yupi menari seorang diri dengan kostum seperti karakter-karakter cewek yang ada di dalam anime, mana rambutnya panjang lagi tuh. Beneran, itu bener-bener menarik perhatianku.

Mungkin juga ketertarikanku pada Yupi ini imbas dari sifat Oshiku yang pendiam dan penuh kedewasaan. Berbeda jauh dengan sifat Yupi yang anaknya cukup ribut dan rada-rada kayak anak kecil. Menurut pemikranku selama ini, mungkin aku terlalu lama terfokus pada oshiku. Dan seedikit jenuh juga hanya memperhatikan tingkahnya yang pendiam, dan selalu bersikap dewasa. Jadi, begitu aku menjumpai karakter Yupi yang begitu ceria, imut-imut dan cukup hiperaktif, aku jadi merasakan suasana baru yang ku suka. Jangankan dia bersikap hiperaktif, cukup berdiam diri aja Yupi udah bisa bikin aku gemes dan pengen gigit temen yang ada di sebelahku. Yupi selalu aja bisa bikin aku ngerasa gemes dan pengen ngarungin dia dengan gaya bahasa ketikan yang gemesin, misalnya "hmmm, lagi apapapappaa niihh?? hari ini aku minum susu tobeliii >.< hahaha~... yeaaayy!! kali ini aku mau cerita tentangg mam
lhooo~ alias makanan :3 nyamnyamnyam
hehehe..."

Meskipun dia sering bersikap seperti itu dan cenderung terlihat seperti anak-anak, tapi aku menyadari bahwa dia juga punya sisi dewasa. Bagaimana aku bisa aku berpikir seperti itu? Entahlah, nggak banyak alasan pasti. Tapi yang jelas, dia tipe-tipe cewek yang bisa menghadapi sesuatu dengan pikiran yang tenang, layaknya member lain yang memang umurnya sudah terbilang dewasa. Dia memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan mampu menjadi diri sendiri tanpa terpengaruh oleh orang-orang sekitarnya. Kebanyakan member lain berusaha untuk tampil lebih dewasa dari umur yang sebenarnya, sementara Yupi tetap menjadi dirinya yang sifat dasarnya memang lembut dan manja. Semoga saja Yupi tetap seperti ini, tetap menjadi Yupi yang menggemaskan.

Biasanya aku nggak suka basa-basi di akhir cerita yang ku tulis. Tapi rasanya hal seperti itu kurang sopan. Untuk kalian yang baca artikel ini, entah hanya sebagian atau menyeluruh, aku pengen bilang terima kasih. Tulisanku mungkin masih banyak kesamaan dengan kepunyaan orang lain dan mungkin masih memiliki beberapa kekurangan. Aku mohon maaf untuk itu, aku akan berusaha lebih baik, boku wa gambaru.















Oke, nggak betah lama-lama basa-basi. Sayonara...

13 November 2014

Profil Shania Junianatha : Anak Kecil Penuh Kedewasaan


"Hai...! Manis dan selalu displin, namaku Shania..." 



 Profil:
Nama: Shania Junianatha
Julukan: Shanju
Lahir : Solo, 27 Juni 1998
Genre: J-pop
Tahun aktif 2011 - sekarang
Golongan darah: B
Makanan Favorite: Bakso
Tinggi Badan 166cm
Phobia : Barongsai
Agama : Katholik
Hobi : Akting, Menyanyi, Menari, Membaca, Berenang, Main Internet
Cita-cita: Psikolog


Oke, setelah melampirkan profil seorang Shanju, sekarang saatnya mengarang ria... Walaupun aku nggak tau banyak tentang seorang Shania aku pengen share tentang isi otakku seputar Shania dengan tanda kutip, "sepengetahuanku saja".

Yah, seperti yang kita tau, Shania adalah salah satu member JKT48 generasi pertama yang termasuk dalam Team J ini adalah salah satu front-liner layaknya seorang Melody (meskipun Shania bukan Center). Ini terbukti dalam membawakan beberapa lagu, Shania cukup sering tertangkap sorotan kamera. ya, karena sebagian besar blocking-an Shania memang lebih sering ada di depan. Itulah mengapa Shania lebih mudah mengnyebarkan pesonanya kepada para fans.

Menurut Info yang udah ku kumpulkan, sebelum menjadi member JKT48 Shania sudah berprofesi sebagai model. Berbekal les bermain peran, ia cukup banyak menjajal entertainmen di Indonesia, seperti sinetron, FTV dan beberapa iklan produk. Shania pertama kali
muncul di iklan Yakult. Shania juga pernah membintangi iklan Happy juice, Carvil, dan banyak lagi. Nah, kalu sinetron yang dibintanginya ada yang judulnya Burung Beo dan
Penari Ular. Lalu untuk FTV judulnya Pintu Rel dan Pintu Hati, pada tahun lalu. Masih ada lagi nih, Shania pernah menjadi Presenter di salah satu acara anak-anak di channel Space Toon (padahal waktu dulu aku seing nonton channel ini, tapi nggak pernah ingat pernah liat Shania atau nggak). Tapi yang pasti aku pernah liat shania ikut acara Quis tebak musik yang entah apa namanya, aku lupa, itu di Indosiar. Sebenarnya, masih banyak sih data yang aku tau tentang perfilman Shania, tapi males aja membebrkan secara lengkap. Ah, Shania memang ditakdirkan jadi artis.


Nah, udah ya bahas yang itu. Sekarang kita flash back ke album perdana JKT48, Heavy Rotation. Heavy Rotation kalau nggak salah inget itu rilis bulan Januari 2012. Nah dalam video Heavy Rotation, Shania mendapat peran sebagai gadis SMA yang terlambat bangun pada hari penerimaan siswa baru. Ekspresi bangun tidurnya dapet banget. Setelah pamit dengan buru-buru, Shania bergegas lari, terus naik ojek menuju sekolahannya. Kalau udah nonton pasti tau sendiri deh jalan ceritanya. Lalu pada video klip River dia berperan menjadi gadis yang sedang kesal karena
menunggu teman-temannya yang terlambat. Ada adegan dimana dua member berlari menaiki tangga dan Shania menunggu mereka di atas. Setelah dua member tersebut sampai di atas, terlihat Shania dengan muka kesal mengomeli mereka berdua. Kalau belum nonton dan penasaran dengan video klipnya, silahkan beli CD dan DVD JKT48 album River. Inget, yang asli jangan bajakan. Jangan juga download di youtube. Itu norak banget. Uppss... Alih album, di video klip Yuuhi wo Miteiruka? dia berperan sebagai siswi yang sedang bersepada sepulang sekolah tapi tiba-tiba ban sepedanya bocor dalam perjalanan. Terlihat banget, mimik mukanya kesal banget. Beh, dapet deh, ekspresinya.

Next topik, Shania itu matanya Minus (-) 2.5. Kalau mau liat Shania pakai kacamata, coba tonton di youtube. Cari aja videonya dengan kata kunci "Jeje, Ve, Shania, Sendy acoustic gingham check". Mungkin ketemu, kalau nggak ketemu ya derita lu. Di JKT48, Oshinya Shania itu Ve, lengkapnya Veranda. Itu Oshi aku juga sih, si mba Badai.

 Menurut yang aku liat ya, di JKT48 itu Shania paling dekat sama Nabilah. Alasan kenapa dia lebih dekat sama Nabilah, aku juga nggak tau. Mungkin karena mereka adalah dua member termuda yang ada di Team J. Mungkin saja. Kepastiannya kan cuma Shania sama Nabilah yang tau.




















 Pada tau nggak? Sebelum jadi member JKT48 Shania pernah punya grup vokal yang namanya "Three sano". Huhu, jadi cantik sendirian Shania-nya.

















Nah, mungkin yang satu ini, semunya udah tau. Julukan untuk fans shania itu "Shanjunisme". Dulu aku sempat sih, jadi Shanjunisme, tapi itu dulu, sebelum Veranda memikat hatiku. Jiyyaahhh... Nah, kalau yang satu ini kayaknya nggak banyak yang tau. Aku kasih tau ya biar pada tau... Nama Shania setelah di upgrade. Eh, maksudku setelah di baptis itu, Cresenthia Shania Junianatha. Jadi tambah panjang ya.
Baiklah, kita udah sampai di Fakta terakhir yang aku tau. Dulu shania pernah ngeblog, link website-nya www.shaniajunianatha.webs.com
Tapi itu dulu, sekarang mah, udah nggak bisa dibuka. Kasian ya yang barusan baca dan ngarep bisa buka. Hihi, kena PHPin.

Ah, tadi udah melampirkan profil Shania. Ngebahas tentang fakta juga. Sekarang yang terakhir aku pengen ngebeberin sedikit isi kepalaku tentang Shania. Kalau udah muak, monggo nyingkreh, close tab wae...



Bagi aku, Shania itu salah satu bidadari f(x) yang benar-benar mempesona. Ah, begitu banyak perubahan yang ada di dirinya dari awal JKT48 sampai sekarang ini. Dulu, dia terlihat begitu polos dan muka anak-anaknya masih dapet banget. Tapi sekarang Shania begitu terlihat Dewasa dan begitu seksi. Tapi satu ada hal permanen yang nggak berubah dari seorang Shania. Dia tetap cantik dan begitu pintar menempatkan sikap dalam situasi apapun. Shania selalu bersikap dewasa meskipun dia masih berumur belasan. Terbukti saat dia menanggapi prilaku-prilaku salkus para fans. Shania sempat menuliskan ungkapan yang cukup panjang tentang kesaluksan para fans. Tapi, sebisa mungkin dia nggak pengen buat hati para fans merasa tersakiti. Kita kutip sedikit ya kalimat Shania di G+.
"Aku tau JKT48 punya banyak sekali fans yang sangat menyayangi dan menghargai idolnya, dan
aku pun ngerasain hal itu. --- Tapi ya namanya, juga sebuah perform. Kadang kontrol kita sebagai manusia kalah sama rasa semangat kita yang selalu pengen ngasih terbaik buat kalian. Namanya juga perform, pasti semangat dan badan kita bergerak kesana kemari. --- Mungkin, mungkin ya dari antara kalian yang sering dateng dan men-dokumentasikan foto kita saat perform ga selalu dapat hasil yang memuaskan, dan mungkin mungkin kadang sama sekali nggak enak dilihat. lalu diam dan bingung mau lanjutin gimana Aku tau kok, yakin dan percaya kalau kalian fans yang selalu melindungi idol nya dari pandangan negatif orang luar. Aku yakin kok kalian juga pengen kita dipandang positif sama orang yang belum tau kita. --- Aku yakin kok kalian juga pasti tau mana yang layak dipublikasikan atau mana yang tidak. Hmm. --- Ini bukan keluhan, cuma mau bertukar pikiran aja. Apa pandangan dan pikiran aku ini salah atau cuma aku aja yang berfikir seperti ini?
" Ini kutipan dari G+ Shania. Kalian udah baca, kan? Lihatlah, dia begitu pengertian dengan fans, dia nggak mau nyalahin orang yang nyalkusin dia dan member lainnya. Tutur kata yang dia pakai begitu halus, nggak pengen nyakitin hati siapapun yang baca. Benar-benar idol yang baik. Jadi, bagi kalian yang suka nyalkusin JKT48, tolong jangan berlebihan, kalau bisa berhenti atau minimal kurangi. Nikmatilah sendir, jangan kalian publish, apalagi sampai terlihat sama mata orang awam.


Oke, tinggalkan pembahasan itu. Kalian tau, sebagai fans yang menempatkan Shania di urutan nomor dua di hatinya, aku benar-benar bangga waktu ada pengumuman single ke 7 JKT48 Kokoro no placard dimana Shania adalah Centernya. Untuk satu single ini, Shania mengambil alih tempat yang biasanya ditempati seorang Melody. Tapi jangan berfikir ini adalah konflik. Melody sama sekali nggak ngerasa kecewa ataupun sedih. Bahkan dia bangga ada adik-adiknya yang diberi kesempatan menjadi center. Waktu itu aku pernah bilang ke Melody "Kak melo.. gk jdi center di single k 7.. ttp
semangat kan?" Melody jawab "Harus ttp semangat dong ya hehe". Simpel sih, tapi ngena banget buat aku. Hehe... Nah, berikut beberapa kutipan Shania tentang dirinya yang jadi center. "Seneng dong jadi center, soalnya aku sejak dulu
ingin menjadi center dan sekarang kesampean.
Senang banget. Ini kesempatan yang jarang. Aku
akan berusaha kasih yang terbaik" "Aku belajar
sama Kak Melody. Soalnya dia kan sering jadi
center." Nah, udah baca sendirikan? Jadi, aku nggak perlu banyak berkoar lagi tentang itu.


Shania adalah salah satu member yang sangat menerapkan mottonya dengan jujur dan bertanggung jawab, "disiplin". Sangat jarang anak muda sekarang memiliki kedisiplinan dan keseriusan dalam berkarir layaknya Shania, sehingga bisa sukses dalam berbagai bidang keartisan terutama menjadi artis sinetron dan FTV sebelum menjadi member JKT. Bahkan saat udah jadi member JKT48 pun Shania adalah salah satu member yang jarang telat hadir latihan. Benar-benar anak muda yang penuh semangat.

Ah, Shania memang cantik. Tapi dia sering di panggil "tante" sama beberapa fans. Gimana nggak, umurnya baru 16 tapi mukanya udah kayak tante-tante. Bahkan dia juga sering dikatain sama member lain "muka tua". Huhu... Miris ya... Tapi mau gimanapun, Shania tetap tante-tante seksi yang berhasil menggoda ku. (Semoga pacarku nggak baca ini).

Oke, sejujurnya, aku ngetik postingan ini lewat hp, jadi ini udah cukup panjang bagiku. Semoga postingan ini nggak bertentangan dengan apa yang ada dalam kenyataan. Buat kalian yang baca ini (pasti fans JKT48 A.K.A Wota) makasih ya udah baca. Maaf cuma ini yang bisa ku share tentang shania. Tetap support JKT48 dengan membeli segala sesuatu tentang mereka yang dari official, jangan hasil bajakan. Sebagai Wota, kita harus jadi fans yang benar-benar mendukung para member.

Buat, Shania oshi number #2 di hatiku. Tetap jadi Shania yang ramah, baik dan dewasa ya. Kamu tante-tante muda yang seksi. Jangan berubah lagi jadi muda, tetaplah tua seperti ini.

Ah, satu pargraf yang di atas lupakan aja. Nggak mungkin Shania datang ke sini dan baca postinganku...

For all, sayonara... Harigatogozimas...











11 November 2014

Masa Kecil Yang Mengajari Hidup


 Waktu, waktu adalah tahap dimana seseorang menjalani masa-masa dalam hidupnya. Sesuatu yang sedang dijalani saat ini dan akan menjadi kenangan sambil melihat ke masa depan. Semua orang pasti memiliki tiga tahapan waktu ini selama dia masih merasakan nafas di dalam dirinya. Segala apapun akan berlalu dan dikenang di masa depan, entah itu kenangan baik ataupun buruk. Saat seseorang sedang berada di dalam zona waktu yang baik, dia tidak akan berpikir untuk kembali ke masa lalu. Sebaliknya, seseorang akan sangat merindukan masa lalu saat dia terjebak di zona waktu yang gelap dan menyedihkan.
                Selama ini, aku terlalu sering melihat seseorang merindukan masa lalu dan beberapa kenangan yang ada di dalamnya. Hal ini paling sering terjadi ketika seseorang sedang menempuh studi kuliah dan merindukan masa-masa SMA-nya. Entah apa yang membuat begitu banyak orang menginginkan untuk kembali ke masa itu, terlalu banyak faktor yang menyebabkan itu terjadi. Padahal jelas sekali, mereka nggak akan pernah kembali ke masa itu lagi, tapi mereka tetap berharap dengan segenap keinginannya.
                Tapi sejauh ini aku nggak pernah berpikir untuk kembali ke masa laluku, terutama masa-masa SMA dulu. Ya, aku akui masa itu adalah masa dimana hampir semua hal terasa menyenangkan dan ringan untuk di jalani, tak begitu banyak beban yang harus dipikul. Tapi nggak, aku nggak pernah berpikir untuk kembali ke masa lalu seberapapun suramnya kehidupan yang saat ini ku jalani. Aku pikir, nggak ada gunanya berharap untuk kembali, itu bukan suatu impian yang benar. Menjalani hidup yang baik adalah dengan menikmati kehidupan saat ini, menjadikan masa lalu sebagai sejarah dan pengalaman hidup, dan mencoba memimpikan masa depan yang baik. Menikmati masa kini, mempelajari masa lalu untuk menggapai masa depan adalah salah satu cara mensyukuri keberadaan waktu yang kita miliki. Saat ini, aku selalu mencoba mempelajari suatu hikmah dan makna di balik masa laluku.
                Lihatlah, saat aku di dalam rahim ibuku, aku nggak ingat apa-apa, yang aku tahu aku selalu di beri kasih sayang oleh orang tuaku sejak sebelum aku dilahirkan. Setelah Tuhan mengijinkan ku untuk bernafas di dunia, hal yang pertama aku daptkan adalah pelukan hangat dari ibuku, lantunan adzan yang dikumandangkan seorang bapak di telingaku, lalu hal ketiga yang kudapatkan dan menjadi kebanggaanku sampai saat ini adalah nama. Ya, nama yang diberikan abang tertuaku pada diriku, Panca Safe Prayogi. Sejujurnya, aku nggak tahu banyak tentang namaku ini, aku hanya bisa menerka apa tujuan dan doa yang terselipkan dari sebuah nama yang dititipkan untukku ini. Panca, di ambil dari entah bahasa jawa, sang sekerta atau apalah, yang berarti lima. Secara sekilas ini menunjukkan bahwa aku adalah anak ke lima, tapi setelah di telusuri ternyata aku bukan anak ke lima, tapi ke tujuh. Aku memiliki dua saudara yang sudah meninggal sebelum aku dilahirkan,  Andi dan Siti. Lalu nama tengah, Safe. nama ini diambil dari bahasa Inggris yang artinya aman. Mungkin orang tua atau abangku menginginkan aku hidup di dunia ini dengan keadaan yang selalu aman. Ya, ini benar secara nyata terjadi, banyak contoh yang bisa di lihat. Seperti aku berulang kali celaka saat mengendarai motor di jalanan tapi aku masih selamat sampai sekarang, walaupun terkadang hampir mati. Lalu, dalam bidang studi, semasa sekolah aku bukan pelajar yang pintar, aku juga lumayan nakal selama di sekolah, aku berulang kali hampir di DO, nilaiku hancur, tapi aku selalu dalam posisi aman, aku tetap bertahan di sekolah yang sama, dan aku bisa lulus dari sekolahku tanpa harus mengulang. Lalu pada nama terakhir, Prayogi. Sampai sekarang aku nggak tahu sama sekali apa artinya, kapan-kapan search di google aja. Jadi, keseluruhan dari arti nama Panca Safe Prayogi adalah "anak ke lima yang selalu dalam posisi aman dan bercita-cita akan serching di google". Haha.. But, overall. Aku dapat kesimpulan nama adalah doa yang di titipkan kepada kita, agar kita selalu dalam keadaan baik, baik secara lahir dan batin. Jadi, aku nggak akan ganti nama ku di pesbuk dengan gaya alay seperti kebanyakkan anak muda di pesbuk, "Phanchaa Zzafee Prayogie"

Masa balitaku, ku habiskan di rumah tetangga atau sekedar seharian bermain di rumah temanku atau teman orang tuaku (ribet banget mau bilang dititipin ke orang). Banyak hal sih yang pengen aku ceritakan di masa ini. Dulu, aku suka banget main sama anak ayam,  subuh-subuh jam setengah lima langit masih biru gelap aku udah di halaman depan rumah ngerumpi sama induk ayam dan anak-anaknya yang lagi makan beras yang ku taburkan di tanah, momen itu sempat di abadikan entah oleh siapa dengan klise jaman dulu, semoga aja fotonya masih ada di rumah sintang. Dulu juga aku pernah punya pengalaman waktu masih umur empat tahun, aku ikut abangku, Joko ke sekolahnya, ikut belajar di kelas karena di rumah lagi nggak ada yang bisa jagain aku, saat itu abangku duduk di kelas satu SD. Hal pertama yang terjadi di kelas adalah, seorang ibu guru yang menjabat sebagai wali kelas abangku bertanya, "Joko, itu siapa?" abangku pun menjawab. "Adek bu, bapak nyuruh bawa ke sekolah." Bapak ku selalu punya ide gila. -_- "Besok-besok jangan di bawa lagi ya..."
                Masih ada satu lagi hal lain yang ku lewati bersama abangku. Waktu itu abangku kelas dua SD, dia masuk sekolah agak siang jam sembilan, sebelum dia berangkat, aku hanya berdua sama dia di rumah, orang tuaku udah pada berangkat kerja dan menitip pesan agar abangku mengantarkan aku ke tempat tetangga sekalian abangku berangkat sekolah. Mungkin sekitar setengah sembilan, abangku udah siap dengan seragam merah putinya, aku dan dia berencana berangkat dari pintu belakang rumah, saat di belakang rumah aku dan abangku ngelihat ayam yang lagi bertelur, niat isengpun keluar dari otaknya. Tanpa banyak berkata, dia acungkan jari telunjuknya ke pantat ayam yang sedang ngeden berusaha keras mengeluarkan telur dari lubang pantatnya. Dengan wajah binalnya abangku mendorong telur ayam yang sudah setengah keluar itu agar masuk kembali ke rahim ibunya. Dengan sekuat tenaga ayam itu menggerang berusaha mengeluarkan telurnya. Dengan suasana hati yang senang abangku nggak mau kalah begitu aja dengan si induk ayam, hingga akhirnya sang induk ayam kalah dan telurnya pun kembali masuk kedalam rahimnya. Dengan muka tanpa dosa, abangku telah berhasil memuaskan nafsu binalnya. Aku hanya terdiam memperhatikannya, entah ekspresi apa yang aku pasang saat itu. Yah, terkadang ada saja kisah di masa lalu yang bisa buat kita tersenyum saat mengenangnya.
                Akhirnya setelah melewati masa balita bersama tetangga dan kerabat orang tua, aku bisa masuk SD pada saat aku berumur tujuh tahun. Pada tahun sebelumnya aku di tolak karena badanku masih terlalu kecil. Masih kecil aja ditolak masuk SD, udah besar di tolak sama cewek-cewek. Sebenarnya, orang tuaku bukan dari kalangan yang berlebihan, bahkan satu hari sebelum masuk sekolah aku belum punya sepatu. Entah karena orang tuaku sedang tidak ada uang atau waktu itu sudah terlalu malam untuk membeli sepatu baru. Akhirnya, entah jam berapa saat itu, aku dan orang tuaku, pergi ke rumah kerabat, disitu kita meminjam sepatu anaknya yang udah nggak kepakai untuk ku pakai ke sekolah di hari pertama besok. Syukurlah mereka punya, tapi sayangnya yang ada hanya sepatu anak perempuannya yang bisa ku pinjam. -_- Saat itu orang tuaku mencoba meyakinkanku, inilah pilihan terbaik untuk saat ini. Aku dengan kepolosanku memandangi sepatu hitam dengan sedikit motif bunga kecil yang sedang terpasang di kakiku. Alhasil, aku menggunakan sepatu itu selama tiga hari. Untunglah, tak ada satupun temanku di kelas yang menyadarinya, dan selama tiga hari aku menggunakan sepatu itu, aku ngerasa enjoy banget. Ya, dari pengalaman ini aku belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu didapatkan dengan sesuatu yang terlihat bagus, apa lagi mewah. Apa yang kita inginkan bukan berarti yang kita butuhkan, mungkin apa yang tidak kita inginkanlah yang kita butuhkan. Saat kita bisa menerima apa yang kita punya, kebahagiaan akan terasa lebih indah.

                Next, hingga suatu ketika saat aku duduk di kelas tiga SD semester dua, aku pindah sekolah ke desa batu buil, kabupate melawi, kecamatan belimbing. Aku nggak lagi tinggal dengan orang tuaku, di sini aku tinggal dengan abangku yang paling tua serta kakak ipar dan keponakanku, Bima yang waktu itu masih duduk di kelas satu SD. Hari-hari pertama di sekolah baru berjalan dengan sewajarnya, nggak banyak hal aneh yang terjadi, aku punya banyak teman di sini, aku juga jadi anak populer dikalangan anak kelas tiga. Mungkin sedikit kepedean, tapi pada nyatanya memang kebanyakkan cewek di kelas tiga naksir sama aku, termasuk waktu itu si Oke (nama samaran) naksir berat sama aku. Di hari pertama dia langsung to the point kalau dia suka sama aku lewat suratnya yang kira-kira isinya “Panca, aku suka sama kamu. Kamu ganteng banget sih? Kamu itu kayak Vijay (*mungkin begitu nulisnya) artis india itu loh.” -_- Sungguh, aku merasa bodoh sekali mengingatnya kembali, aku memanfaatkan Oke untuk menjadi budakku, apapun yang aku mau, pasti dia akan menurutinya. Sejujurnya, nggak ada yang aku kangenin dari masa kecilku yang satu ini. Saat aku udah kelas empat SD, ada anak baru yang masuk di kelasku, namanya Angga, dari hari pertama ketemu sampai sekarangpun aku dan dia tetap akrab walaupun jarang ketemu lagi. Selama SD aku selalu sama dia, senang susah sama-sama, termasuk susahnya waktu di kejar Oke si bencong super yang dulu naksir sama aku. Memang aneh sih, dulu dia suka aku tapi waktu kelas empat dia jadi binatang buas yang sering ngejar-ngejar aku sama Angga. Waktu itu entah karena apa, untuk kesekian kalinya Oke ngejar-ngejar aku sama Angga, sampai keluar lingkungan sekolah. Setelah jauh kejar-kejaran Oke udah nggak keliatan lagi, aku dan Angga duduk istirahat di belakang rumah kepala sekolah dengan nafas yang ngos-ngosan. Sementara itu jam istirahat hampir selesai. Aku memutuskan untuk secepatnya kembali ke sekolah dengan berlari, Angga pun mengikutiku dari belakang, mungkin jarak aku dan dia berkisar tiga meter. Aku yang sedang terburu-buru berlari cukup kencang tanpa memperhatikan lingkungan di sekitarku. Dengan kecepatan lumayan tinggi (mungkin 22 km/jam) aku menabrak kawat jemuran tepat di dada yang terbentang di antara tiang kayu dan pohon pisang di sisi lainnya (ada sekitar lima atau enam pohon pisang yang berdempetan). Aku terpental ke belakang dan terjatuh terduduk, ku rasakan dadaku sangat sakit dan nafasku begitu sesak. Angga yang melihat pohon pisang yang bergoyang malah mengira ada Oke yang bersembunyi di situ. Angga menambah kecepatannya karena takut di tangkap Oke tanpa tahu ada kawat jemuran yang menanti di hadapannya. Aku mencoba berteriak mengingatkan, tapi aku nggak mampu mengeluarkan suaraku karena sesak. Wuzz... Brukk!!! Angga terpental dan terjatuh ke tanah, aku menoleh ke arahnya yang sedang telentang di atas rerumputan sambil menahan sakit. Nasibnya lebih buruk dariku, dia terpental lebih jauh karena dia menabrak kawat jemuran dengan kecepatan yang lebih tinggi dariku. Setelah beberapa saat, rasa sakit dan sesak yang kami alamipun mereda, saat di cek, dada kami membekas garis merah tepat di bagian dada. Sampai saat inipun pengalaman itu belum terlupakan. Aku dan Angga sering tertawa terbahak-bahak saat mengingatnya kembali. Dari kisah ini aku mengerti, sahabat yang sebenarnya adalah sahabat yang pernah menggoreskan tintanya di kehidupan kita, pernah melalui suka duka bersama, saling mengingat meskipun udah nggak sama-sama lagi, dan kadar keakrabannya tetap sama atau lebih walaupun udah lama nggak ketemu.


                Masih di kelas empat SD, dan masih di sekolah yang sama. aku menempati kelas yang nggak begitu besar, ukurannya seperti ruang kelas pada umumnya. Nggak begitu kumuh walaupun ada sedikit kecacatan dengan kelas ini. Ya, di bagian belakang ada dinding yang berlubang cukup besar, bentuknya memang nggak bulat sih, tapi diameternya bisa di perkirakan samapai 35 cm. Jadi, dari kelasku aku bisa melihat ke kelas lima yang tepat bersebelahan dengan kelasku, kebetulan waktu itu aku duduk sama Angga di kursi paling belakang, jadi aku bisa sering-sering mandangin kelas sebelah. Sungguh, keadaan kelas ini jadi nggak kalah miris dengan sekolahan di film laskar pelangi.
                Waktu itu, jam istirahat sudah hampir selesai, kelas masih tetap sepi ditinggal penghuninya pergi ke kantin, hanya tinggal aku dan temanku Bernabas yang masih tinggal. Aku nggak ke kantin bukan karena lagi nggak ada uang, tapi aku lagi nggak enak badan. Bernabas yang menyadari kondisi ku langsung melapor ke ruang guru. Kembalinya Bernabas ke kelas membawa seorang guru, Pak Rafinus (nantinya dia adalah bapak dari pacarku di kisah selanjutnya). Pak Rafinus tidak masuk ke kelas, dia hanya berdiri di muka pintu sambil berbicara padaku yang duduk lemas di  bangku belakang. "Kamu kenapa, Panca?" Tanya pak Rafinus. "Demam, pak." "Kamu pulang aja kalau memang nggak mampu." Tanpa banyak bicara lagi pak Rafinus kembali ke ruang guru. Sebenarnya aku masih mampu untuk ikut belajar sampai waktunya pulang, tapi karena memang lagi malas, ya ku putuskan untuk pulang. Entah kenapa, saat aku keluar dari kelas, banyak anak-anak kelas lima dan enam yang memperhatikanku. Baru saja kakiku menginjak tanah, ada seorang cewek yang aku nggak kenal itu siapa menghampiriku dari samping, dengan agak menunduk dia mencoba memperhatikan mukaku yang pucat. Dia berbicara padaku sambil memegang pundak kiriku. "Kamu kenapa? Demam ya?" Tanyanya dengan nada khawatir. "Iya." Aku menjawab tanpa menoleh ke arahnya. "Kamu mampu pulang sendiri?" Aku hanya menganggukkan kepala. "Kamu hati-hati, ya." Langkahnya terhenti, nggak lagi mengiringi langkah kakiku. Aku mencoba menoleh kebelakang, mencari tahu siapa cewek yang baru saja berbicara padaku. Aku melihatnya terdiam menatapku yang semakin menjauh. Ternyata dia anak kelas lima yang akhir-akhir ini ku taksir.
                Beberapa hari berlalu, saat jam istirahat tiba, aku selalu menghabiskan waktu di hadapan dinding berlubang itu. Melekatkan pandangan ke arah anak-anak kelas lima yang sedang asyik bermain di kelas. Sesekali pandanganku tertuju pada cewek yang tempo hari berbicara padaku saat aku pulang lebih awal karena sakit. Sesekali juga ku dapati dia sedikit menolehkan pandangannya kepadaku. Sungguh, aku ngerasa aneh memperhatikan dan di perhatikan olehnya tanpa tahu siapa dirinya, bahkan sampai saat itu aku nggak tahu siapa nama dia. Hingga hari-hari selanjutnya aku diberi tahu sama temanku kalau namanya Novi, sering di panggil Novi W karena di kelasnya juga ada anak lain yang bernama Novi S. Pada hari selanjutnya, di hadapan tembok yang sama dan kegiatan yang sama, Novi W yang ditemani Novi S datang menghampiriku, mencoba mengajak aku berbincang lagi. "Hai, adek.. Namanya siapa?" Tanyanya dengan wajah yang ceria. "Panca, kak." Aku hanya menjawab singkat karena terlalu gerogi. "kok di kelas terus?" "Aku malas kak, mau pergi ke kantin." "Emm... Kakak Mau tanya, adek  suka cewek yang kayak gimana sih?" Baru ku sadari, dia memegang secarik kertas dan sebuah pulpen di kedua tangannya, dia bertanya dengan posisi tangan seolah-olah bersiap untuk mencatat sesuatu. Saat itu aku bodoh banget, nggak sadar dengan kelakuan modusnya, dan dengan polosnya aku menjawab. "Apa ya, aku suka cewek yang cantik, tinggi, kayak kakak lah pokoknya." Dia seperti nggak merespon apa-apa, tapi tangannya sibuk seperti sedang mencatat apa yang baru saja keluar dari mulutku. "Oh, ya udah, makasih ya. Kakak pergi dulu." Dia pun berlalu meninggalkan ku.


                Keesokan harinya, pada saat istirahat Novi S, teman Novi W datang ke kelasku. Dia memberiku secarik kertas dan segera meninggalkanku. Aku membuka dan membaca secarik kertas yang ternyata adalah surat cinta dari Novi W. Aku nggak ingat jelas seperti apa persisnya kata-kata di surat itu. Intinya Novi W bilang kalau udah cukup lama dia suka sama aku. Nggak nyangka juga sih, bakalan dapat surat cinta dari dia, pastinya aku ngerasa senang. Tapi aku ragu untuk membalas suratnya dengan tulisanku sendiri, akhirnya aku cerita dan minta tolong sama Daus untuk menuliskan surat balasan dengan sama seperti apa yang akan ku ucapkan (sekarang aku merasa bodoh, ternyata tulisan Daus jauh lebih jelek dibandingkan dengan tulisanku). Setelah suratnya selesai, aku langsung meminta Daus mengantarkan suratku ke Novi W. Nggak berselang lama datang lagi surat ke dua dari dia, yang isinya nggak jauh beda dari surat yang sebelumnya. Lonceng tanda istirahat selesaipun berbunyi, tapi sebelumnya aku sudah sempat membalas surat ke dua dan sudah di kirim ke Novi W. Pelajaran terakhirpun dimulai, saat itu aku belajar dengan kondisi pikiran yang nggak fokus. Yang aku pikirkan hanyalah dia, dia dan dia.
                Pelajaran berakhir, kelasku yang paling pertama bubar dan nggak seperti biasanya aku pulang sendirian tanpa teman-temanku. Ku langkahkan kakiku dengan santai menuju rumah. Setelah agak jauh dari sekolah, aku menoleh ke belakang, terusik dengan suara sorak-sorak nggak jelas dari anak-anak kelas lima. Dari kerumunan itu ku lihat Novi W berlari ke arahku, terlihat jelas di tangan kanannya dia menggenggam kertas putih, mungkin itu surat dariku. "Panca!" Teriaknya sesaat sebelum mendekatiku. Mukanya terlihat merah dan marah. "Bilang sama teman-teman kamu, aku bukan pacarmu!!!" Setelah mengatakan itu, dia merobek-robek kertas yang ada di tangannya dan membuangnya di depanku. Dengan kemarahannya, dia berlari meninggalkanku, dan tanpa tahu harus memasang ekspresi yang seperti apa, aku melanjutkan perjalanan pulangku. Aku bingung, aku sedih, aku nggak tahu apa yang aku rasakan saat itu, dan aku nggak tahu harus bersikap apa, betapa polosnya aku saat itu. Satu hal lagi yang aku bingungkan sampai sekarang. Kenapa dia menyalahkan teman-temanku ya? Padahal yang ngejekin dia itu teman-temannya sendiri, tapi ya sudahlah.
                Semenjak kejadian itu, aku dan Novi W saling bersikap biasa-biasa aja, seolah nggak ada yang pernah terjadi sebelumnya. Waktu SMP aku sama dia satu sekolahan lagi, kalau ketemu juga nggak pernah tegur-tegruan, bersikap saling nggak kenal. Tapi nggak selamanya kayak gitu, buktinya saat ini, setelah sekian lama nggak ketemu, aku sama dia sering tegur sapa sekedar bertukar kabar lewat sms atau pesbuk.
                Cinta memang nggak selamanya berjalan seperti apa yang di harapkan, terkadang ada faktor eksternal yang datang menggoyahkan perasaan yang kita miliki, itulah kenapa sampai saat ini aku memaklumi sikapnya kepadaku dulu. Dan yang terakhir, meskipun kita pernah menjauh dari seseorang ada kalanya kita harus berhenti melakukan itu agar tali yang pernah terjalin nggak terputus begitu aja.  Kita harus bisa memaafkan kesalahan yang dilakukan orang lain dan kesalahan yang kita lakukan sendiri, biarkan masa lalu yang suram atau menyedihkan berlalu hanya sebagai lembaran cerita yang suatu saat akan kita baca kembali dalam bentuk buku yang akan mengajari langkah kita selanjutnya.
                Memori di masa kecil masih banyak yang tersimpan di otakku. Masih dengan kisah cinta monyet yang nggak jauh beda. Tahun 2005, aku duduk di kelas lima SD, aku jatuh cinta lagi sama cewek pindahan. Dia satu kelas dengan aku, dari pertama masuk aku langsung falling in love sama dia. Namanya Arina, entah berapa lama aku jatuh cinta dengan dia, tanpa pedekate aku berencana untuk nyatain cinta ke dia, saat itu Angga juga pengen nyatain cintanya ke cewek yang dia taksir, tapi kali ini aku lagi nggak pengen cerita tentang kisah cinta Angga. Setelah tanya-tanya temanku, temanku bilang kalau kasi kado buku diary waktu nyatain cinta, mungkin bakalan diterima. Mungkin waktu itu hal seperti ini terkesan romantis, tapi setelah sekarang ku ingat-ingat lagi rasanya norak banget. Akhirnya pada suatu sore aku dan Angga pergi ke suatu toko alat tulis kerja (ATK) untuk membeli buku diary yang paling bagus. Ada banyak buku diary yang kami temui, dari yang harganya empat ribu rupiah sampai yang paling mahal tiga puluh ribu rupiah. Setelah beberapa saat berunding dan memilah-milah, aku dan Angga memutuskan untuk membeli buku diary yang paling mahal.


                Keesokan harinya sepulang sekolah, aku memberikan buku diary itu ke teman Arina (aku lupa siapa temannya itu) agar dia menyampaikan buku diary itu beserta cintaku kepada Arina. Si cewek pergi melaksanakan misi, aku yang ditemani Angga menunggunya di depan kelas. Sekitar lima belas menit kemudian cewek itu kembali dengan buku diary yang masih utuh di tangannya. Tanpa menerka terlebih dahulu, aku bertanya kepadanya (maaf, percakapan berikut hanya karangan belaka dikarenakan penulis tidak ingat percakapan aslinya). "Kok, nggak jadi dikasi?" Tanyaku cemas. "Itu, Arina nggak mau terima, katanya" "Loh, kok gitu?" Tanyaku lagi. "Dia bilang, dia nggak mau pacaran dan nggak mau terima buku diary dari kamu karena takut dimarahin sama bu Norma (wali kelas kami)." Yah, mendengar jawaban itu, aku sedikit kecewa, tapi aku sama sekali nggak galau karena ditolak sama Arina. Sama sekali nggak sedih ataupun kecewa.
                 Masalah buku diarynya, aku nggak ingat sekarang kemana, entah aku bawa pulang atau gimana aku nggak ingat. Sementara saat itu, Angga mengurungkan niatnya untuk menyatakan cinta ke cewek yang dia suka, alasannya takut ditolak sama seperti aku. Kawanku pengecut (semoga dia nggak baca). Pada tahun ajaran selanjutnya, aku naksir teman sekelasku yang lain, namanya Rini. Tapi aku nggak akan cerita panjang karena terlalu panjang dan cukup memalukan jika ada orang yang tahu aib di balik cerita ini selain teman-temanku. Pada inti cerita, aku ngajakin Rini pacaran dengan metode yang sama, menggunakan kitab keramat, buku diary. Bedanya, yang ini aku nyatain cinta secara langsung tanpa Perantara. Aku di terima dan Rini menjadi pacar pertamaku. Kami pacaran, selama seminggu menjalani hubungan tanpa kebahagiaan dan pada akhirnya aku diputusin dengan alasan dia nggak suka sama aku dan hanya memanfaatkan aku. Dan untuk kali ini, aku benar-benar nggak galau karena aku merasa terbebas dari pacar yang lebih mirip nenek sihir ketimbang seorang pacar.
                Ok right, seperti yang kalian tahu, biasanya orang punya kisah cinta yang baik dengan pacar pertamanya, tapi nggak dengan kisah cintaku. Ikhlas aja deh, dapat pacar pertama yang kayak gitu, lagian nggak ada gunanya menyesali, masa lalu yang terlewati nggak akan berubah apapun yang kita lakukan saat ini. Tapi, aku juga bersyukur, sekarang dia jauh lebih baik dari pada dia yang waktu kelas enam SD dulu.
                Beberapa tahun berlalu, aku udah menduduki bangku kelas dua SMP. Di tahun inilah banyak cerita yang tersimpan. Setelah pertama aku pacaran di kelas enam SD, baru kelas dua SMP ini aku mulai pacaran lagi dengan seorang cewek yang namanya Mira. Dia bukan orang dari kalangan berlebih, dia juga nggak begitu cantik, aku akui badannya seksi banget, tapi bukan itu yang buat aku jatuh cinta sama dia.
                Awal ketemu Mira, aku cuek banget, dia ngeliat aku dan ngelempar senyum kecil ke arahku, tapi aku malah nggak menghiraukan dia. Selanjutnya juga aku selalu bersikap cuek ke dia, dia sering banget ngajakin aku ngomong, tapi aku selalu menjawab apa adanya lebih terkesan judes karena aku nggak banyak menatap wajahnya. Hingga akhirnya ada yang ngasi tahu  aku  kalau sikap aku ke dia itu nggak enak banget, katanya dia jadi sedih dan jadi benci dengan aku. Beberapa hari selanjutnya setelah aku cerna kembali apa yang udah aku lakuin ke dia selama ini, aku pun mengerti dan mencoba merubah sikapku. Syukurlah, semua berjalan baik, aku bisa mengakrabkan diri ke dia, dan dia jadi nggak berpikir kayak sebelumnya lagi. Bahkan dia sempat bilang "Aku nggak nyangka, kamu orangnya kayak gini. Aku senang kamu baik, kamu nggak judes lagi sama aku."


                Beberapa bulan berlalu, aku mulai ngerasain apa yang sebelumnya nggak ku rasain tentang dia. Dalam keakraban yang terjalin, semakin menyadari kalau aku jatuh cinta secara perlahan. Banyak hal yang buat perasaan itu muncul, tapi yang paling utama adalah, dia selalu kasi aku kasih sayang yang udah lama nggak aku dapatin karena aku terpisah dari orang tuaku. Bersama Mira yang umurnya tertaut lebih tua dari aku tiga tahun, dia menjadi tempat di mana aku bisa manja-manjaan. Dia juga mengajari aku banyak hal yang sebelumnya nggak pernah aku tahu.
                Masalah jadian, Aku nggak pernah ngajakin, yang ada dia yang kepengen banget jadi pacar aku. Akhirnya dengan banyak pertimbangan kami memutuskan untuk backstreet. Walaupun kayak gitu, aku sama dia bahagia dengan hubungan kami. Setelah hampir satu tahun menjalani hubungan, kami harus pisah karena dia harus kerja di lain tempat. Aku sama dia jadi nggak bisa sering-sering ketemuan karena kesibukannya yang baru, itupun aku harus menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit untuk bisa sekedar ngobrol-ngobrol sebentar sama dia. Akhirnya, aku udah lulus SMP, orang tuaku memutuskan aku kembali sekolah di Sintang dan tinggal bersama mereka. Aku jadi semakin jarang ketemu mira semenjak tinggal di Sintang. Saling kontak lewat hp pun semakin jarang karena kesibukannya yang semakin bertambah. Berita terakhir yang aku dapat tentang dia, dia punya pacar lagi, ya itu juga setelah mendapat ijin dari aku. Aku pikir, kita jarang ketemu, mungkin dia butuh yang lain selama aku nggak ada. Selama itu, aku memang cinta banget sama dia, aku rela dia melakukan apapun asal itu demi kebaikan dia.
                Hubungan udah berjalan dua tahun dua bulan, beberapa minggu terakhir dia nggak pernah ada kabar, nomor nyanggak pernah aktif setiap aku hubungi. Saat libur semester, aku memutuskan untuk pergi menemui dia, ditemani Angga yang sebelumnya nggak setuju banget aku pacaran sama dia, tapi demi keinginan teman dia rela aku ketemuan sama Mira dengan syarat kalau memang aku nggak bisa ketemu Mira, aku harus lupain Mira. Akhirnya, aku berangkat sama Angga ke tempat dimana Mira bekerja. Dari karyawan yang lain aku dapat informasi kalau Mira udah nggak kerja di situ semenjak beberapa bulan yang lalu. Dan hal yang sangat mengejutkan, Mira udah tunangan entah dengan siapa. Dengan penuh kecewa, aku dan Angga memutuskan pergi ke rumah Mira untuk mencari kepastian. Tapi apa yang terjadi, rumahnya kosong. Dari jauh ada tetangganya yang berteriak memberitahukan kalau Mira udah pindah dan nggak tinggal di rumah itu lagi.
                Ya, seperti kapas tertimpa batu, aku nggak bisa melakukan apa-apa lagi, aku hanya bisa menyerah dan menerima penderitaan yang ada. Ini hal yang sangat berat untuk diterima anak seumuran ku. Terlalu lama aku larut di dalam kesedihan, aku nggak bisa terima kalau aku harus ditinggalkan setelah aku merasakan begitu banyak hal indah yang dia berikan selama ini. Tapi aku nggak selamanya berada di dalama vom anak kecil. Perlahan aku tumbuh dewasa dan mengerti, apa yang telah dia lakukan ini demi kebaikanku. Dia memang pergi tanpa pesan, tapi kepergiannya membuat aku sadar kalau hubungan yang selama ini kami jalani bukanlah hal yang terbaik. Dari awal orang tuanya menginginkan dia bisa menikah dengan laki-laki yang mapan, bukan anak kecil seperti aku yang belum jelas masa depannya. Keluargaku juga melarangku saat mereka tahu tentang hubunganku, mereka nggak mau aku pacaran sama dia yang udah jauh lebih tua dari aku, selain itu Mira di mata keluargaku juga bukan perempuan yang baik. Hal terakhir yang aku pelajari dan aku yakini, Mira begitu sayang dengan aku, dia nggak mampu untuk berkata tentang semua kenyataan ini, dan dia berpikir dia bukanlah orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidupku.


                Next, tentang hal lain, kalian pasti sering melihat tulisan atau gambar di SPBU saat kalian mengisi bahan bakar kendaraan yang menunjukan bahwa dilarang merokok di area SPPBU, mungkin karena bisa memicu terjadinya kebakaran. Tapi anehnya, kenapa di kotak rokok hanya dituliskan rokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dsb, kenapa tidak ada di tuliskan rokok dapat menyebabkan kebakaran di SPBU?
                Aku merupakan perokok aktif sejak aku masih kelas satu SMP, awalnya aku hanya iseng mencoba karena penasaran. Tepatnya, waktu itu aku dan temanku Angga entah dapat dari mana, siang hari itu kami memiliki beberapa batang rokok L.A. Kamipun berinisiatif untuk menghisapnya di gubuk kecil di belakang rumah agar tidak ada satu orangpun yang tahu. Awalnya ada sedikit rasa ragu saat udah tiba di gubuk. timbul berbagai banyak pertanyaan dan kecemasan, bagaimana jika ada orang yang lewat? Lalu bagaimana jika asapnya terlihat dari kejauhan? Setelah berpikir keras Angga menemukan ide agar kami berjaga bergantian selagi salah satu sedang menikmati rokok, lalu kami membuat api unggun di dalam gubuk kecil ini untuk menyamarkan asap rokok yang kami hembuskan.
                Satu-persatu kami bergantian menghisapnya. "Gik, Bima mau ke sini!" Tutur Angga yang baru saja melihat Bima dari kejauhan berjalan ke arah kami. Akupun mematikan rokok. "Gik, jangan kasi tau Bima, nanti dia ngelapor bapaknya." Rokokpun udah ku matikan dan Bima sampai ke gubuk. Entah kenapa, setelah sekian lama berbincang, kamipun membongkar rahasia kami. Di luar dugaan, tanpa disuruh, Bima nggak akan ngelapor, bahkan dia ikut berpesta bersama kami. -_-
                Scene selanjutnya, sepulang les sekolah, aku dan Angga berniat merokok lagi, kali ini kami mengajak Daus untuk ikut, dengan motor Supra milikku, kami tanjal tiga mencari tempat yang aman. Hingga sampailah kami di sebuah kolam yang tertutup semak belukar, biasanya tempat ini digunakan untuk mandi oleh orang-orang setempat. Sambil mengobrol, kami bertiga menikmati asap hembusan demi hembusannya. Tengah asyik-asyiknya, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki seseorang mulai mendekat. Ah tidak, kami harus terburu-buru mematikan rokok yang belum habis setengahnya. Ku lempar sejauh-jauhnya rokok yang ku pegang ke arah semak-semak rimbun di dekatku. Entah apa yang Daus lakukan dengan rokoknya (dia ikut ngerokok aja aku nggak ingat), sedangkan Angga mematikan rokoknya dan menyembunyikan di balik bajunya. Ternyata yang datang ibu-ibu dan anaknya yang sedang ingin mandi. Kami bertiga pun memutuskan untuk pergi. Di motor, "Akay Gik, api rokokku tadi belum mati benar, ku sembunyikan di baju, rupanya masih ada apinya. Ku tekan aja kuat-kuat ke perutku sampai mati." Ah, Angga memang bodoh...
                Waktu lama berlalu tanpa ku sentuh lagi barang makruh yang namanya rokok itu, hingga suatu ketika, aku mulai terpisah dari Mira dan kekurangan kasih sayang. Rokok adalah sarana yang ku jadikan sebagai tempat pelampiasanku. Aku mulai kenal rokok lagi semenjak aku akrab dengan temanku, Nodi. Semenjak saat itu dan sampai sekarang, berhenti merokok seperti hal yang mustahil. Aku sempat menyesalinya, tapi sekarang aku berpikir nggak ada gunanya menyesal. Pernah suatu ketika saat aku masih kelas satu SMK, aku tidur dengan menggunakan bokser dan tanpa menggunakan baju. Sebelum tidur aku sempat merokok dulu, karena sudah terlanjur mengantuk aku malas untuk beranjak dari tempat tidur untuk menyembunyikan rokokku (saat itu orang tuaku belum tahu kalau anak kesayangannya ini pecandu rokok. Ku selipkan sebungkus rokok yang ku punya itu di bokserku dan aku lekas terlelap. Keesokan harinya seperti biasa mamakku membangunkan aku, karena aku lagi malas jadi aku pura-pura nggak bangun. Mata mamaku yang jeli menemukan rokok yang masih terselip di bokserku dan mengambilanya. “Rokok?” Mamak pergi ke keluar kamar hendak melapor bapak yang lagi duduk santai di teras depan rumah. (Maaf percakapan berikut sebenarnya berbahasa jawa tetapi penulis menterjemahkannya dengan bahasa yang lebih universal, bahasa Indonesia). Terdengar dari dalam kamar suara rokok yang di banting mamak ke atas meja sambil marah-marah dengan nada yang cukup tinggi. “Pak, Yogi ngerokok!” Dengan nada santai dan rendah bapak menjawab “Biarlah..” Aku hanya tersenyum geli membayangkan adegan yang terjadi di teras saat itu. :D
Bagi kalian yang membaca ini dan belum ngrasain yang namanya rokok, jangan pernah tertarik dengan benda itu seberapapun kalian penasaran dengan rasanya. Untuk yang telah terjebak dalam kenikmatannya, aku ngerti banget perasaan ingin berhenti yang nggak pernah terwujud. Nikmati saja tanpa penyesalan, nikmati semuanya, nikmati sensasi asap tebal yang keluar dari hidung dan mulutmu, dan nikmati juga betapa tersiksanya jadi perokok yang lagi kerisis uang.
                Ah, sudahlah... Ini udah terlalu panjang aku cerita, terlalu banyak terpotong-potong kalau aku upload di pesbuk. Lagian, aku nggak mampu mengingat hal-hal menarik yang bisa aku ceritakan pada kalian tentang masa-masa SMA-ku. Kalau memang adapun, akan ku ceritakan kembali di lain kesempatan (itupun kalau ada mood).
                Dari sekian panjang tulisanku kali ini, hanya dua pesan yang ingin ku sampaikan, “Nggak perlu disesali, nikmatilah”. Jangan pernah berharap untuk kembali hidup di masa lalu, biarkan keindahan yang pernah ada menjadi kenangan belaka, dan biarkan sebuah kenangan buruk di masa lalu terlewati sebagai sebuah pelajaran agar kita tidak menjumpai kehidupan seperti itu lagi di masa depan. Apapun kondisi kehidupanmu yang sekarang, tetaplah menikmatinya, semua akan baik-baik saja.
NB: Terima kasih untuk beberapa para pembaca yang setia membaca ceritaku yang ku kemas dalam catatan di fb. Terima kasih banyak, terima kasih sudah membaca catatanku yang nggak begitu menarik. Dari tulisan yang sekian banyak ku buat, aku berusaha memperbaiki kualitas tulisanku. Aku berencana menulis novel nanti, maka itulah aku sangat berharap dan berterima kasih jika kalian mau membaca dan memberikan keritikan atas tulisan-tulisanku.