20 Mei 2014

Teruntuk Veranda

Apa kabar kamu yang di sana? Aku selalu perhatikan kamu dari sini. Ve, belakangan ini aku lihat kamu jadi kurusan. Kamu kenapa? Kamu jarang makan ya? :( Kamu harus lebih jaga kesehatan, harus lebih rajin makan ya, biar tetap gemuk, aku suka kalau pipimu tembem kayak kemarin.
Ve, aku pengen bilang sesuatu sama kamu... Ya, aku tau kamu nggak akan pernah baca tulisan ini, kemungkian kamu bakal baca tulisanku ini sangat-sangat kecil, bahkan nyaris nggak mungkin, aku sadar itu. Tapi aku tetap pengen bilang kalau aku cinta kamu. Kamu itu, cewek yang paling ngefek di kehidupan aku, kamu sumber inspirasi yang besar untuk aku, kamu itu boku no taiyou yang buat aku jadi lebih semangat buat jalani hidup yang cenderung membosankan ini. Percaya atau nggak, seperti itulah arti keberadaan kamu untuk aku.
Kamu berharga meskipun nggak tersentuh. Kamu bidadari walaupun nggak pernah aku jumpai. Aku nggak perduli apa pendapat orang. Mereka mau bilang aku anehpun terserah, yang terpenting perasaan ini aku sendiri yang ngrasain. Termasuk kenaifan ini, aku sadar akan hal itu, betapa bodohnya aku mencintaimu, sosok yang nggak pernah ku jumpai. Biarlah, kebodohan ini adalah perasaanku yang jujur.
Kamu dan teman-temanmu itu istimewa, tapi bagi aku kamu jauh lebih berharga dari yang lain. Cukup melihat senyummu aku bisa tersenyum, hanya mendengar suaramu isi dadaku terasa bergetar. Aku benar-benar tersihir karena kamu. Waktu moodku jatuh, kamu selalu bisa buat aku jadi lebih semangat lagi. You are my everything...
Banyak hal yang aku suka dari kamu, dan rasanya nggak mungkin untuk disebutkan satu persatu. Salah satu hal yang aku suka dari kamu, ya kesukaanmu yang sebenarnya juga kesukaanku. Aku suka warna biru dan putih, kamu juga. Kita sama-sama suka mandangin langit malam yang bertabur bintang. Selalu merasa damai waktu mandangin langit biru berlapis awan putih. Oh iya, aku suka sifat kamu yang kalem, pendiam, bagiku itu so peaceful.
Kamu tau? Tadi aku ngerasa sumpek banget nggak bisa tidur, aku pergi  keluar dan mandangin bintang-bintang di langit gelap. Yang pertama terpikir di otakku itu kamu. Kenapa ya, padahal kita sering memandangi langit yang sama, menginjakkan kaki yang sama, tapi kita nggak pernah ketemu. Ketemu sama kamu itu mimpi yang saat ini terus membayang di pikiranku. Ya semoga aja bisa terkabul. Memang sih, rencananya liburan kali ini, aku pengen ke theater, tapi kayaknya belum bisa kesampaian karena keadaan memang belum mengizinkan. Setidaknya paling lama deh, satu tahun lagi aku bakal datang ke tanah delusi itu.
Ve, aku tau betapa beratnya hari-hari yang kamu jalani, tapi aku harap kamu tetap terus bertahan sampai batas kamu benar-benar nggak bisa bertahan. Kamu janji ya... Kalau kamu janji dan bisa bertahan, aku juga janji bakal nemuin kamu secepatnya. Aku janji, janji demi kamu orang yang paling aku kagumi.