26 Mei 2014

Serakan Gambar

Sebagai mahasiswa di parodi Sistem Komputer (SK), aku nggak begitu berbakat, bahakan bisa dibilang aku ini bodoh. Terkadang aku merasa tempat seperti ini bukan tempatku, mungkin tempat yang paling cocok untuk aku itu Sastra Indonesia atau Desain Grafis. Tapi aku udah terlanjur di masuk ke tempat ini, bisa atau nggak, punya bakat atau nggak, sekarang inilah tempatku. Tempat yang harus ku jadikan tempat yang sebenarnya.

Hampir setahun aku di jurusan SK, tapi aku tetap aja jadi orang bodoh yang tertinggal terlalu jauh dari teman-teman. Terkadang ada rasa malu saat teman-teman berhasil dan aku gagal. Terkadang timbul rasa iri saat teman-teman mulai dipandang dan mulai mendapat perhatian dari beberapa dosen jurusan. Sementara aku, mungkin aku cuma dipandang dari sisi kegagalanku yang selama ini terus melekat di diriku.

Sebut aja pak Sam. Ya, pak Sam itu salah satu dosen penting di jurusan SK. Parahnya, mata kuliah beliaulah yang paling nggak mampu aku kuasai. Sejauh ini, dia cuma memperhatikan beberapa mahasiswa yang tergolong pintar, menonjol, dan beberapa mahasiswa yang berkemampuan khusus. Contohnya si Alfin, temanku yang kemampuan desainnya jauh di atas aku. Pak Sam, kakak tingkat, termasuk teman-teman sering banget muji dia dengan sebutan SK DG (Sistem Komputer Desain Grafis). Padahal aku juga sama kayak Alfin, bisa desain dan sebagainya. Tapi ternyata aku nggak terlihat, aku nggak di pandang seperti halnya Alfin di Pandang sama Pak Sam dan lainnya.

Lalu, entah kenapa akhir-akhir ini aku jadi sering mainin pulpen di atas kertas. Moodku untuk gambar jadi lebih tinggi. Terakhir, malam kemarin waktu aku lagi bosan belajar, aku gambar-gambar di binderku, lumayan sih hasilnya untuk sekedar gambar yang nggak serius. Malam sebwlumnya lagi, aku iseng-iseng gambar pola lingkaran banyak-banyak di kertas HVS, hasilnya rapi. Terus di halaman belakangnya aku gambar karakter laki-laki (close up) lagi nyengir mengenakan topi. Hasilnya ku biarkan tergeletak di lantai, karena ku pikir itu cuma oret-oretan iseng nggak pentimg. Ternyata besoknya itu gambar ada di atas meja, entah kenapa nggak ada yang buangnya.

Tadi, mas Az, sebut saja begitu, dia ngeliat gambar yang ada di sampul binderku. Entah, dia nggak ngomong banyak cuma bilang itu mirip karakter mister Satan di serial Dragon Ball. Tapi aku yakin, dari raut wajahnya waktu nanya itu gambar siapa, dia nggak mikir gambarku jelek.

Lalu, tadi waktu pak Sam sibuk nyetting robot line follower sama mas Jam, sebut saja begitu. Pak Sam ngeliat gambarku yang lingkaran-lingkaran tadi, terus dia nanya itu gambar siapa, lalu mas Jam nanya ke teman-teman, jawabnya gambarku. Lalu ada sedikit kata-kata mas Jam yang aku samar-samar ingatnya, "Oo, bagus gambar kamu". Lalu kata-kata pak Sam yang aku juga samar-samar ingatnya "Bisa gambar kamu yok? Banyak ya anak SK DG di sini". Ah, akhirnya, kata-kata seperti itu diucapkan untuk aku. Kata-kata yang secara nggak langsung bersifat memuji. Tapi bukan pujian itu yang aku banggakan, aku hanya merasa senang dan lega, akhirnya pak Sam bisa ngeliat sisi positifku juga.