26 Mei 2014

Cinta Di Luar Sana



Di lantai dua aku terduduk menghadap jendela kaca, menolehkan pandanhan ke langit biru berselimut awan putih. Angin yang bertiup membawa lamunanku lebih jauh ke luar sana. Memikirkan mu yang tak di sini, menginginkanmu yang tak pernah ada.

Di bawah bias cahaya mentari hari ini ku dengarkan lagu yang mengingatkanku padamu. Entah mengapa ada perasaan khawatir tak bisa bertemu. Seperti tarikan nafas sesak berlinang kesedihan yang mengisyaratkan kenyataan.

Burung layang-layang yang lewat di depanku membuatku iri. Aku ingin bisa seperti mereka yang terbang bebas bersama angin. Terbang menuju kamu yang berada di luar fatamorgana. Merasakan hari, tersenyum bersama mu melintas di atas alunan keceriaan.

Di dalam binder usang yang hampir habis ini ku coba menulis tentang mu lagi. Berbicara dengan lembaran-lembaran kertas putih ini. Aku merasa sama seperti mereka, putih dan kosong. Dan bagiku kamu adalah tinta yang mengisi kekosonganku dengan goresan-goresan indah. Aku ingin tetap selalu seperti ini, menyimpan mu terus di dalam hati yang kosong ini.